Selasa, 03 Juni 2008

Penyakit Ginjal, Mematikan?

CEGAH DAN ATASI PENYAKIT GINJAL DENGAN HABBATUSSAUDA. AMIN. HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

PENYAKIT ginjal kronis tampaknya bakal menyamai penyakit jantung karena berisiko mematikan bagi para wanita. Demikian sebuah penelitian bertajuk Heart and Estrogen/Progestin Replacement Study

Pada penelitian sebelumnya terungkap bahwa penyakit ginjal dapat menimbulkan kematian tibat-tiba pada pasien dengan alat pacu jantung. Demikian penelitian lanjutan pada kelompok yang lebih sehat diungkapkan peneliti senior Dr. Michael G. Shlipak dan koleganya yang juga menulis hasil penelitiannya di Jurnal Hipertensi.

Untuk menentukan efek dari penyakit ginjal pada kematian mendadak ini, Shlipak, di University of California, San Francisco, dan rekannya menganalisa data pada sekitar 2,760 wanita yang sudah mengalami postmenopaus, dengan usia tidak lebih tua dari 80 tahun, dan menderita sakit jantung. Subyek dengan gagal jantung parah tidak masuk dalam daftar ini.

Para wanita ini terbagi dalam tiga kelompok berdasar penyakit ginjal yang diderita: minimal/tidak ada satu pun, sedang atau berat. Selama hampir 7 tahun berlangsung, sekitar 135 kejadian mati mendadak terjadi karena serangan jantung.

Setelah menghitung beragam faktor yang mungkin menyumbang munculnya penyakit, para wanita dengan penyakit ginjal kronis ini ternyata tiga kali lebih berisiko mengalami mati mendadak daripada yang fungsi ginjalnya normal.

Peningkatan risiko tampak setelah muncul gagal jantung dan serangan jantung, meski hanya gagal ginjal juga dapat menimbulkan risiko mati mendadak.
mengungkapkan.

Source: Journal of Hypertension

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/08/17305633/penyakit.ginjal.mematikan.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Senin, 02 Juni 2008

Dicanangkan, Program Nasionai Deteksi Kanker Rahim dan Payudara

INSYA ALLAH HABBATUSSAUDA MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER PAYUDARA. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

JAKARTA, SENIN - Ibu Ani Yudhoyono mencanangkan Program Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara, yang merupakan jenis kanker yang banyak diderita perempuan di Indonesia.

Program nasional tersebut dicanangkan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Pencanangan yang bertema "Selamatkan Perempuan Indonesia Dari Kanker Melalui Deteksi Dini" itu juga dihadiri oleh Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan juga istri-istri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada pencanangan tersebut, Departemen Kesehatan (Depkes) menyumbangkan bantuan berupa alat deteksi dini kepada enam kabupaten, yaitu Deli Serdang, Gresik, Kebumen, Gunung Kidul, Karawang, dan Gowa. Depkes juga menyumbangkan mobil mammografi kepada RS Kanker Dharmais.

Menurut rencana, pada acara pencanangan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, Ibu Negara juga akan meninjau fasilitas dan ruang pemeriksaan di RS Dharmais. Berdasarkan data 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan terus mengalami peningkatan.

Pada 2007, penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker
payudara yang diikuti oleh kanker leher rahim. Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 persen dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.

Kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan.

Menurut Departemen Kesehatan, salah satu alasan semakin berkembangnya penyakit kanker tersebut adalah rendahnya cakupan deteksi dini.


AC
Sumber : Antara

http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/21/09585380/dicanangkan.program.nasionai.deteksi.kanker.rahim.dan.payudara

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Kaitan Ukuran Payudara dengan Risiko Penyakit

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DICEGAH DAN DIOBATI. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

TORONTO, RABU - Bagi seorang perempuan, ukuran payudara adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri terutama dari segi keindahan dan penampilan. Namun ukuran payudara ternyata tak sebatas mempengaruhi penampilan saja. Menurut sebuah riset terbaru, ukuran payudara -khususnya saat usia remaja - dapat dijadikan indikator apakah seorang wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Seperti yang dimuat dalam Canadian Medical Association Journal, edisi Selasa (29/1), kaitan antara ukuran payudara dengan risiko diabetes berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Toronto dan Harvard Medical School, Kanada. Mereka menganalisis kumpulan data dari sekitar 92.000 wanita yang dilibatkan dalam Nurse's Health Study II di Amerika Serikat.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa para wanita yang memakai bra ukuran D pada usia 20 ternyata tercatat 60 persen berisiko lebih besar mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang berukuran lebih kecil. Risiko diabetes pun tampak meningkat secara progresif seiring dengan bertambahnya ukuran payudara..

Riset yang dilaporkan surat kabar Toronto Star itu juga mengungkapkan bahwa wanita yang mencatat index massa tubuh (BMI) tinggi ditambah memiliki payudara besar saat berusia 20 berisiko empat kali lipat mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang mencatat BMI rendah dan payudara berukuran kecil.

Obesitas, khususnya yang berhubungan dengan penumpukan lemak di perut , sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Memalui riset terbaru ini , peneliti mengidikasikan bahwa cadangan lemak di payudara wanita mungkin menjadi faktor independen yang memperbesar risiko diabetes.

Peneliti juga mengingatkan bahwa riset ini masih dalam tahap awal, sehingga masih perlu ada penelitian lainnya untuk membuktikan sekaligus menguji kemungkinan hubungan antara ukuran payudara dan risiko.

Sumber : Healthdaynews

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/09451925/kaitan.ukuran.payudara.dengan.risiko.penyakit.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Kaitan Ukuran Payudara dengan Risiko Penyakit

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DICEGAH DAN DIOBATI. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

TORONTO, RABU - Bagi seorang perempuan, ukuran payudara adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan diri terutama dari segi keindahan dan penampilan. Namun ukuran payudara ternyata tak sebatas mempengaruhi penampilan saja. Menurut sebuah riset terbaru, ukuran payudara -khususnya saat usia remaja - dapat dijadikan indikator apakah seorang wanita memiliki risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Seperti yang dimuat dalam Canadian Medical Association Journal, edisi Selasa (29/1), kaitan antara ukuran payudara dengan risiko diabetes berhasil diungkap oleh para peneliti dari Universitas Toronto dan Harvard Medical School, Kanada. Mereka menganalisis kumpulan data dari sekitar 92.000 wanita yang dilibatkan dalam Nurse's Health Study II di Amerika Serikat.

Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa para wanita yang memakai bra ukuran D pada usia 20 ternyata tercatat 60 persen berisiko lebih besar mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang berukuran lebih kecil. Risiko diabetes pun tampak meningkat secara progresif seiring dengan bertambahnya ukuran payudara..

Riset yang dilaporkan surat kabar Toronto Star itu juga mengungkapkan bahwa wanita yang mencatat index massa tubuh (BMI) tinggi ditambah memiliki payudara besar saat berusia 20 berisiko empat kali lipat mengidap diabetes tipe 2 ketimbang mereka yang mencatat BMI rendah dan payudara berukuran kecil.

Obesitas, khususnya yang berhubungan dengan penumpukan lemak di perut , sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2. Memalui riset terbaru ini , peneliti mengidikasikan bahwa cadangan lemak di payudara wanita mungkin menjadi faktor independen yang memperbesar risiko diabetes.

Peneliti juga mengingatkan bahwa riset ini masih dalam tahap awal, sehingga masih perlu ada penelitian lainnya untuk membuktikan sekaligus menguji kemungkinan hubungan antara ukuran payudara dan risiko.

Sumber : Healthdaynews

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/09451925/kaitan.ukuran.payudara.dengan.risiko.penyakit.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Sabtu, 31 Mei 2008

Berprestasi meski Epilepsi

INSYA ALLA HABBATUSSAUDA MEMBANTU MENCEGAH DAN MENGATASI EPILEPSI. AMIN.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

Jemari tangan Adytia yang gempal menari lincah di atas tuts piano. Dan, denting-denting dawainya mengalunkan lembut lagu klasik berjudul Consolation karya Franzliszt, komposer asal Budapest. Tak tampak sesuatu yang berbeda pada pemuda usia 17 tahun ini, sebelum ibunya berkisah tentang riwayat masa kecilnya.

Pada usia 8 tahun, Adytia terserang demam berdarah yang nyaris merenggut nyawanya. Namun, setelah itu dampak buruk harus ditanggungnya. Ia menjadi penyandang epilepsi.

Seusai menjalani operasi pada 2004 dan berkat ketekunan sang ibu yang merawatnya dengan baik setelah sekian lama, Adytia tidak lagi mengalami serangan epilepsi sejak setahun terakhir. Semangat hidup dan kepercayaan diri pun dibangun kembali lewat bimbingan keluarga.

Adytia tidak lagi canggung dan minder berada di depan khalayak. Kepercayaan diri itu dibangkitkan lewat latihan memainkan piano sejak dua tahun hingga mencapai tahap mahir. Menurut rencana, Adytia akan ikut serta dalam Festival Musik di Singapura Juni mendatang dan mengikuti kontes Ananta Suharlan Award di Jakarta.

Sosok Adytia merupakan contoh bahwa menjadi penyandang epilepsi bukan berarti nasib buruk sepanjang hidup dan beban bagi keluarga. Sebaliknya, penyandang epilepsi dapat berprestasi dan membanggakan keluarganya.

”Bila epilepsi pada anak dapat ditangani dengan baik dan terkontrol hingga di bawah usia 18 tahun, maka tidak akan terulang pada usia dewasa. Dengan penanganan yang baik, tingkat kesembuhan atau dalam kondisi terkontrol dapat mencapai 80 persen,” ujar Irawan Mangunatmadja, konsultan neurologi anak dari Klinik Anakku Cinere.

Namun, ia melihat untuk dapat sembuh bukan hal yang mudah. Faktor kesembuhan bergantung pada keteraturan pasien mengonsumsi obat, tapi yang sekarang menjadi masalah adalah daya beli orangtua yang rendah untuk membeli obat.

Padahal, untuk pengobatan itu bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap bulan dan harus dijalani dalam jangka waktu panjang serta tidak terputus. Kalau pengobatan pasien tidak terkontrol dan teratur, kondisi kesehatannya akan makin memburuk.

Tingginya biaya pengobatan itu diperlukan bukan hanya untuk mengurangi atau mengendalikan serangan, tetapi juga untuk mengatasi faktor pencetusnya, misalnya karena infeksi virus.

Kasus epilepsi pada anak belakangan ini mengalami peningkatan. Hal ini berkorelasi dengan asupan makanan bergizi pada ibu hamil sehingga melahirkan bayi dengan gangguan perkembangan dan kesehatan. Karena itu, perlu dipikirkan layanan pengobatan bagi anak dari keluarga miskin. Ia menyarankan beberapa obat yang murah, seperti fenobarbitol, perlu diproduksi lebih banyak. Namun, ia melihat kenyataan perusahaan farmasi mengurangi produksi obat murah karena pertimbangan skala ekonominya rendah.

Tingginya kejadian epilepsi pada anak, selain karena faktor genetik, juga disebabkan kelainan pada masa perinatal, seperti berat lahir kurang dan perkembangan terlambat. Masalah itu bersumber dari asupan nutrisi kurang pada masa dalam kandungan hingga menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya epilepsi.

Menurut pengamatan Irawan, di antara kasus yang ditangani, terbanyak disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan radang otak, seperti meningitis dan ensepalitis.

Pola serangan

Pola serangan epilepsi dimulai dari bayi berumur satu tahun hingga lima tahun. Kejadian serangan epilepsi pada anak-anak paling tinggi terjadi pada usia tiga tahun ke bawah. Setelah lima tahun kemudian menurun.

Penurunan serangan itu, ujar Lyna Soertidewi, Ketua Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi Indonesia (Perpei), dapat terjadi dengan meningkatnya daya tahan tubuh. Namun, pada masa dewasa ada kemungkinan kembali muncul karena penyakit degeneratif, tumor, atau stroke.

Ditambahkan Manfaluthy Hakim, Sekjen Perpei, tingginya kasus epilepsi pada kelompok dewasa perlu dicermati. Salah satu penyebab epilepsi adalah cedera pada kepala yang menyebabkan patah tulang tengkorak hingga menyebabkan perdarahan. Ini menjadi fokus dari epilepsi. Pada dewasa muda hal ini banyak ditemukan berkaitan dengan tingginya kasus kecelakaan pengendara sepeda motor.

Epilepsi adalah gangguan mendadak, sesaat, dan berulang-ulang pada satu sistem saraf otak. Otak dapat dibayangkan bekerja seperti komputer. Di dalamnya ada komponen berupa sel otak yang berhubungan satu sama lain lewat impuls listrik kecil. Ketika aktivitas listrik tidak normal karena berbagai sebab tersebut, maka terjadi serangan, urai Lyna.

Obat obatan yang diberikan tidak langsung menyembuhkan epilepsi, tapi hanya bersifat mengendalikan atau menjarangkan serangan, bahkan menghilangkannya. Seorang penyandang epilepsi umumnya memerlukan obat sampai tidak dijumpai lagi serangan dalam jarak waktu tertentu, tergantung dari tipe epilepsi, riwayat epilepsi masa lalu, dan hasil rekaman listrik otak.

Epilepsi sebagai simptomatik, lanjut Lyna, angka kejadiannya di Indonesia sekitar 23 persen, tetapi sebagian besar atau 77 persen tidak dapat diketahui penyebabnya secara pasti (idiopatik), diduga bersifat genetis.

Sebagai penyakit kronik, epilepsi menyerang 1 dari setiap 2.000 penduduk Indonesia. Sebanyak 50 persen kasus yang ditemukan mengalami serangan pertama sebelum usia 18 tahun. Bila berlanjut terus, gangguan kesehatan ini dapat menjadi masalah penyandangnya pada usia produktif, ungkap Lyna yang juga Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Syaraf Indonesia.

Wanita penyandang epilepsi mempunyai masalah lebih banyak daripada pria, berhubungan dengan siklus haid (epilepsi katamenial), melahirkan, dan menyusui.

Pertolongan pasien

Dijelaskan Lyna, menghadapi pasien epilepsi, orang di sekitarnya diharapkan dapat membantu mencegah keparahan pasien dengan melakukan beberapa langkah penanggulangan. Bila Anda dekat dengan penderita epilepsi yang tengah mengalami serangan, hindarkan ia dari benda dan tempat berbahaya, serta benturan kepala. Longgarkan bajunya, miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah lidahnya menutupi jalan pernapasan.

Biarkan kejang berlangsung dan jangan memasukkan benda keras ke dalam mulut. Hal itu dapat menyebabkan gigi patah. Penderita akan bingung dan mengantuk, biarkan ia istirahat.

Laporkan kepada keluarganya untuk mendapat pengobatan dokter. Bila serangan berulang dan penderita terluka berat, penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Serangan dapat berkurang sampai hilang tergantung dari keteraturan mengonsumsi obat anti-epilepsi. Sementara minum obat epilepsi, hindari minuman beralkohol dan bentuk pengobatan lain. Bila akan minum obat lain harus berkonsultasi dengan dokter keluarga. Laporkan semua masalah yang timbul, seperti kemerahan pada kulit dan pusing. (YUN)


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Berprestasi meski Epilepsi

INSYA ALLA HABBATUSSAUDA MEMBANTU MENCEGAH DAN MENGATASI EPILEPSI. AMIN.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

Jemari tangan Adytia yang gempal menari lincah di atas tuts piano. Dan, denting-denting dawainya mengalunkan lembut lagu klasik berjudul Consolation karya Franzliszt, komposer asal Budapest. Tak tampak sesuatu yang berbeda pada pemuda usia 17 tahun ini, sebelum ibunya berkisah tentang riwayat masa kecilnya.

Pada usia 8 tahun, Adytia terserang demam berdarah yang nyaris merenggut nyawanya. Namun, setelah itu dampak buruk harus ditanggungnya. Ia menjadi penyandang epilepsi.

Seusai menjalani operasi pada 2004 dan berkat ketekunan sang ibu yang merawatnya dengan baik setelah sekian lama, Adytia tidak lagi mengalami serangan epilepsi sejak setahun terakhir. Semangat hidup dan kepercayaan diri pun dibangun kembali lewat bimbingan keluarga.

Adytia tidak lagi canggung dan minder berada di depan khalayak. Kepercayaan diri itu dibangkitkan lewat latihan memainkan piano sejak dua tahun hingga mencapai tahap mahir. Menurut rencana, Adytia akan ikut serta dalam Festival Musik di Singapura Juni mendatang dan mengikuti kontes Ananta Suharlan Award di Jakarta.

Sosok Adytia merupakan contoh bahwa menjadi penyandang epilepsi bukan berarti nasib buruk sepanjang hidup dan beban bagi keluarga. Sebaliknya, penyandang epilepsi dapat berprestasi dan membanggakan keluarganya.

”Bila epilepsi pada anak dapat ditangani dengan baik dan terkontrol hingga di bawah usia 18 tahun, maka tidak akan terulang pada usia dewasa. Dengan penanganan yang baik, tingkat kesembuhan atau dalam kondisi terkontrol dapat mencapai 80 persen,” ujar Irawan Mangunatmadja, konsultan neurologi anak dari Klinik Anakku Cinere.

Namun, ia melihat untuk dapat sembuh bukan hal yang mudah. Faktor kesembuhan bergantung pada keteraturan pasien mengonsumsi obat, tapi yang sekarang menjadi masalah adalah daya beli orangtua yang rendah untuk membeli obat.

Padahal, untuk pengobatan itu bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap bulan dan harus dijalani dalam jangka waktu panjang serta tidak terputus. Kalau pengobatan pasien tidak terkontrol dan teratur, kondisi kesehatannya akan makin memburuk.

Tingginya biaya pengobatan itu diperlukan bukan hanya untuk mengurangi atau mengendalikan serangan, tetapi juga untuk mengatasi faktor pencetusnya, misalnya karena infeksi virus.

Kasus epilepsi pada anak belakangan ini mengalami peningkatan. Hal ini berkorelasi dengan asupan makanan bergizi pada ibu hamil sehingga melahirkan bayi dengan gangguan perkembangan dan kesehatan. Karena itu, perlu dipikirkan layanan pengobatan bagi anak dari keluarga miskin. Ia menyarankan beberapa obat yang murah, seperti fenobarbitol, perlu diproduksi lebih banyak. Namun, ia melihat kenyataan perusahaan farmasi mengurangi produksi obat murah karena pertimbangan skala ekonominya rendah.

Tingginya kejadian epilepsi pada anak, selain karena faktor genetik, juga disebabkan kelainan pada masa perinatal, seperti berat lahir kurang dan perkembangan terlambat. Masalah itu bersumber dari asupan nutrisi kurang pada masa dalam kandungan hingga menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya epilepsi.

Menurut pengamatan Irawan, di antara kasus yang ditangani, terbanyak disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan radang otak, seperti meningitis dan ensepalitis.

Pola serangan

Pola serangan epilepsi dimulai dari bayi berumur satu tahun hingga lima tahun. Kejadian serangan epilepsi pada anak-anak paling tinggi terjadi pada usia tiga tahun ke bawah. Setelah lima tahun kemudian menurun.

Penurunan serangan itu, ujar Lyna Soertidewi, Ketua Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi Indonesia (Perpei), dapat terjadi dengan meningkatnya daya tahan tubuh. Namun, pada masa dewasa ada kemungkinan kembali muncul karena penyakit degeneratif, tumor, atau stroke.

Ditambahkan Manfaluthy Hakim, Sekjen Perpei, tingginya kasus epilepsi pada kelompok dewasa perlu dicermati. Salah satu penyebab epilepsi adalah cedera pada kepala yang menyebabkan patah tulang tengkorak hingga menyebabkan perdarahan. Ini menjadi fokus dari epilepsi. Pada dewasa muda hal ini banyak ditemukan berkaitan dengan tingginya kasus kecelakaan pengendara sepeda motor.

Epilepsi adalah gangguan mendadak, sesaat, dan berulang-ulang pada satu sistem saraf otak. Otak dapat dibayangkan bekerja seperti komputer. Di dalamnya ada komponen berupa sel otak yang berhubungan satu sama lain lewat impuls listrik kecil. Ketika aktivitas listrik tidak normal karena berbagai sebab tersebut, maka terjadi serangan, urai Lyna.

Obat obatan yang diberikan tidak langsung menyembuhkan epilepsi, tapi hanya bersifat mengendalikan atau menjarangkan serangan, bahkan menghilangkannya. Seorang penyandang epilepsi umumnya memerlukan obat sampai tidak dijumpai lagi serangan dalam jarak waktu tertentu, tergantung dari tipe epilepsi, riwayat epilepsi masa lalu, dan hasil rekaman listrik otak.

Epilepsi sebagai simptomatik, lanjut Lyna, angka kejadiannya di Indonesia sekitar 23 persen, tetapi sebagian besar atau 77 persen tidak dapat diketahui penyebabnya secara pasti (idiopatik), diduga bersifat genetis.

Sebagai penyakit kronik, epilepsi menyerang 1 dari setiap 2.000 penduduk Indonesia. Sebanyak 50 persen kasus yang ditemukan mengalami serangan pertama sebelum usia 18 tahun. Bila berlanjut terus, gangguan kesehatan ini dapat menjadi masalah penyandangnya pada usia produktif, ungkap Lyna yang juga Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Syaraf Indonesia.

Wanita penyandang epilepsi mempunyai masalah lebih banyak daripada pria, berhubungan dengan siklus haid (epilepsi katamenial), melahirkan, dan menyusui.

Pertolongan pasien

Dijelaskan Lyna, menghadapi pasien epilepsi, orang di sekitarnya diharapkan dapat membantu mencegah keparahan pasien dengan melakukan beberapa langkah penanggulangan. Bila Anda dekat dengan penderita epilepsi yang tengah mengalami serangan, hindarkan ia dari benda dan tempat berbahaya, serta benturan kepala. Longgarkan bajunya, miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah lidahnya menutupi jalan pernapasan.

Biarkan kejang berlangsung dan jangan memasukkan benda keras ke dalam mulut. Hal itu dapat menyebabkan gigi patah. Penderita akan bingung dan mengantuk, biarkan ia istirahat.

Laporkan kepada keluarganya untuk mendapat pengobatan dokter. Bila serangan berulang dan penderita terluka berat, penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Serangan dapat berkurang sampai hilang tergantung dari keteraturan mengonsumsi obat anti-epilepsi. Sementara minum obat epilepsi, hindari minuman beralkohol dan bentuk pengobatan lain. Bila akan minum obat lain harus berkonsultasi dengan dokter keluarga. Laporkan semua masalah yang timbul, seperti kemerahan pada kulit dan pusing. (YUN)


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Jumat, 30 Mei 2008

Seks Pagi Hari Bikin Anda Lebih Sehat

JAGA KESEHATAN JANTUNG DAN SEKS ANDA DENGAN MENGKONSUMSI HABBATUSSAUDA. AMIN. HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

LONDON, MINGGU - Aktivitas seksual memang dapat dilakukan kapan dan di mana saja, meski kebanyakan orang mungkin lebih suka melakukannya di malam hari menjelang istirahat. Namun tak ada salahnya Anda mulai membiasakan ngeseks di pagi hari, karena aktivitas yang membakar kalori ini akan membuat tubuh Anda lebih sehat.

Menurut penelitian para ahli di Universitas Queen di Belfast, ngeseks pada pagi hari akan membuat seluruh otot dalam tubuh Anda bekerja. Selain itu, jantung dan paru-paru Anda pun terlatih seperti halnya melakukan gerakan aerobik. Dalam selang satu jam, aktivitas seksual diyakini dapat membakar sekitar 300 kalori yang tersimpan pada tubuh.

¨Aktivitas yang teratur setidaknya tiga kali dalam seminggu akan membantu Anda menekan risiko serangan jantung dan stroke. Seks yang teratur juga memperbaiki sirkulasi darah dan menjaga tekanan darah,¨ ungkap hasil penelitian yang dimuat The Sun.

Sementara itu menurut riset yang dipublikasi jurnal New Scientist, manfaat lain dari seks yang teratur, minimal dua kali seminggu, akan menimbulkan efek penyembuhan dengan cara meningkatkan kadar IgA atau antibodi yang merupakan pertahanan primer tubuh.

Namun begitu, peneliti juga berpesan seks sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Jika dilakukan lebih dari tiga kali dalam sepekan, seks dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Lepaskan hormon
Sesaat sebelum mencapai orgasme, kadar hormon oksitosin yang mendatangkan efek nikmat akan meningkat. Dalam tubuh pun kemudian akan mengalir hormon endorfin yang merupakan penanda kepuasan seks yang secara alami juga dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit, termasuk untuk mengatasi sejumlah masalah mulai dari artritis hingga migren.

Dengan seks, seseorang juga dapat mengatasi problem stres karena tubuh akan terpicu untuk memproduksi hormon kortisol. Aktivitasnya yang bersifat membakar kalori pun dapat menjaga bobot tubuh sekaligus menekan risiko diabetes.

Orgasme juga akan memacu pelepasan hormon estrogen yang dapat mengatasi para wanita dari rasa sakit akibat premenstrual syndrome (PMS). Para ahli di Yale School of Medicine percaya, hal ini pun mampu mencegah endometrosis atau suatu keadaan di mana jaringan yang hanya ada dalam rahim, dapat ditemukan di bagian lain dalam tubuh. Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri, terutama pada saat haid dan dapat menyebabkan infertilitas (mandul).

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah aktivitas seks juga bisa mendorong produksi testosteron. Hormon ini berkaitan dengan tulang dan otot yang kuat sehingga menghindarkan seseorang dari keropos tulang.


AC
Sumber : the sun

SUMBER:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/16/2252333


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

PAKET OBAT KANKER PAYUDARA

Paket Obat Kanker Payudara Cuma Rp.350.000,- (Habbatussauda Plus 2 + Nigellive 3+ Habbat`s Kapsul 2 + Honeylive )

TERAPI DAN OBAT KANKER PAYUDARA