Tampilkan postingan dengan label DAUN SIRSAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAUN SIRSAK. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Daun SIRSAK MEMBUNUH SEL SEL KANKER

DAUN SIRSAK Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Awal thn 90-an ditemukan semacam ‘jamu herbal’ dari suku-suku (tribes) di Amazon yg dpt menyembuhkan bbrp penyakit penting termasuk kanker. Stlh diteliti oleh para ahli farmasi dari AS, ternyata ramuan tsb berasal dari daun pohon Graviola. Daun tsb mengandung zat anti-kanker yg disebut Annonaceous Acetogenin, yg dapat membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam tubuh manusia.

Industri farmasi tsb mencoba mematenkan temuan’ ini, namun gagal krn bahan aktifnya murni berasal dari tumbuhan di alam, yg artinya milik masyarakat umum.

Ironisnya, hasil penelitian ini kemudian ‘dikubur’, karena dikhawatir-kan dapat merugikan industri ‘chemotherapy’ yg pada saat itu merupakan alternatif terbaik utk mengatasi penyakit kanker. Akibatnya sebuah obat anti-kanker yg sangat potensial dan murah menghilang utk bbrp tahun sampai pada awal tahun 2000-an, salah seorang anggota tim peneliti farmasi tsb membocorkan rahasia tsb utk membantu famili dekatnya yg terserang kanker.

Anggota famili tsb sembuh dan menjadi bahan pembicaraan dokter-dokter yg merawatnya. Info ini kemudian tersebar luas dan diteliti ulang oleh para ahli farmasi/ kedokteran dari Korea dan Jepang. Hasilnya menakjubkan! Kini delapan jenis kanker sudah dapat diobati dengan daun Graviola ini.

Lalu tanaman apakah Graviola itu? Ternyata tanaman asli Amazon itu mempunyai nama Latin Annona muricata, yg dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai SIRSAK !!! Waah..!? Pohon sirsak kan ada di-mana2?? Yaa…itulah, ternyata obat kanker yg murah dan mujarab tersedia secara gratis di pekarangan kita dan ironisnya tidak banyak orang yg tahu. Masalahnya adalah bhw pengobatan dgn daun sirsak ini belum tuntas diteliti secara ilmiah, shg banyak orang farmasi/ kedokteran yg belum mengakui khasiatnya.

Dgn perkataan lain, masih merupakan pengobatan alternatif. Pasien yg berduit lebih memilih pengobatan kemoterapi utk mengatasi penyakit kankernya, krn konon ‘lebih ilmiah’ (walaupun sangat sakit dan menderita) dan mereka mampu membayar mahal. Tapi bagi rakyat kecil yg tidak mampu membayar pengobatan yg mahal, kini ada alternatif pengobatan yg ‘tidak ada ruginya dicoba’, selain murah, juga mudah didapat.

Dosis yg pernah dicoba adalah:

10 helai daun sirsak yg telah hijau tua, direbus dengan 3 gelas air (600cc), dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah adem, lalu disaring dan diminum setiap pagi (ada bbrp pasien yg minumpagi-sore). Efeknya, perut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras.

Perlu diingat bhw obat herbal ini tidak ‘ces-pleng’, artinya setelah minum rutin selama 3-4 minggu efeknya baru kelihatan. Kondisi pasien membaik, bisa beraktifitas kembali, dan stlh diperiksa lab/ dokter ternyata sel-sel kankernya mengering, sementara sel-sel lain yg tumbuh (rambut, kuku, dll) sama sekali tidak terganggu.

Di internet sudah banyak testimoni ttg para pasien yg mencoba pengobatan alternatif ini. Selain itu sudah ada bbrp perusahaan yg menjual obat Graviola ini dalam bentuk kapsul, shg lebih mudah dan praktis dipakai. Coba saja telusuri melalui Google dgn mengetik: “graviola anti-cancer”. Mudah2an bermanfaat……..

Di Taman Buah Mekarsari, ada penandatanganan MOU antara JBRO dengan Taman Buah Mekarsari. Dalam kesempatan kunjungan ke area perkebunan,disampaikan oleh salah satu pakar buah disana bahwa Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan :

1. Rebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.

2. Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.

Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan

lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.

KANDUNGAN DAN KHASIAT SIRSAK


Sirsak memiliki kandungan dan khasiat yang banyak sekali diantaranya adalah
  1. Daun Sirsak mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, muricapentocin. Daun sirsak secara tradisional biasa digunakan untuk mencegah dan mengobati abses, arthritis, asthenia, asma, bronkitis, kolik, batuk, diabetes, diuretik, disentri, demam, gangguan empedu, influensa, jantung, hipertensi, gangguan pencernaan, infeksi, cacingan, lactogogue, gangguan hati, malaria, jantung berdebar, reumatik, kurap, kejang, obat penahan darah, tonik, obat penenang, tumor, borok.
  2. Bunga Sirsak dibeberapa negara digunakan sebagai obat bronkitis dan batuk.
  3. Buah Sirsak mengandung gizi yang tinggi dan annonaine serta asimilobine. Buah sirsak berkhasiat mencegah dan mengobati diare, maag, disentri, demam, flu, menjaga stamina, pelancar asi.
  4. Biji Sirsak mengandung anomuricin, annonacin, anomurine, atherospermine, caclourine, cohibin, panatellin, xylomaticin, reticuline, sabadelin, solamin. Biji Sirsak biasa digunakan untuk mencegah dan mengobati astrigent, karminatif, penyebab muntah, mengobati kepala berkutu dan parasit kulit, obat cacing.
  5. Kulit Batang Sirsak mengandung atherospermine, murin, muricine, solamine, reticuline. Kulit Batang Sirsak biasa digunakan untuk pengobatan asma, batuk, hipertensi, obat parasit, obat penenang dan kejang.
  6. Akar Sirsak mengandung annocatacin, annomonicin, annomontacin, annonacin, annomuricatin, cohibin, muracin, muricetanol, muricatin. Akar Sirsak biasa digunakan untuk obat diabetes ( khusus kulit akarnya), kejang dan obat penenang.

Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

Daun Ke-4


Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

'Jangan gunakan yang terlalu muda atau tua. Pilih daun ke-4 atau 5 dari ujung,’ kata Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, yang biasa memanfaatkan daun sirsak untuk terapi pengobatan.

Pilihan daun ke-4 atau 5 bukan tanpa alasan. Menurut Dr Hamidah MKes, dosen Biologi Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Airlangga, kemungkinan kandungan senyawa annonaceous acetogenins - kandungan utama daun sirsak yang bersifat antikanker - terdapat pada daun dengan kematangan sedang. ‘Pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang terlalu tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang,’ kata Hamidah.

Effendi - produsen herbal di Jakarta yang tertarik mengembangkan herbal daun sirsak - merisetkan di sebuah lembaga penelitian di Jakarta. Ia meminta pasokan daun sirsak - muda, sedang, tua - dari pengepul yang mengambil di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ‘Dengan riset ini saya ingin mengetahui bagian mana yang lebih baik digunakan. Termasuk mana yang lebih pas: digunakan segar atau kering,’ kata Effendi. Riset sejak November 2010 diperkirakan selesai pada Januari 2011. (Tri Susanti/Peliput: Karjono)

Dokter Bicara Daun Sirsak


DAUN SIRSAK Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir meresepkan daun sirsak kepada para pasien 19 jenis kanker sejak 9 tahun lalu. ‘Kondisi mereka membaik,’ kata dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu.

Penyakit maut itu memberi isyarat dengan sederhana, sekujur tubuh sering sakit dan pegal. ‘Bila capai sedikit gampang masuk angin dan sakit perut,’ kata Rustiani. Namun, makin hari kondisi Rustiani kian parah. ‘Seluruh badan terasa sakit seperti ada binatang yang mengoyakngoyak,’ kata perempuan 42 tahun itu. Tak tahan lagi menanggung siksa itu, Rustiani memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat.

Ia menjalani rangkaian pemeriksaan seperti CT Scan (Computer Tomography), endoskopi, dan kolonoskopi. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, dokter mendiagnosis Rustiani menderita kanker usus. Di ususnya terdapat massa sepanjang 7 - 10 cm. Ia tak mampu membendung air mata. ‘Saya tak pernah membayangkan menderita kanker usus. Padahal, saya termasuk apik dalam hal makanan. Tidak pernah menggunakan penyedap rasa dalam masakan, tidak makan yang pedas-pedas, tidak sering mengonsumsi daging, dan tidak pernah minum alkohol,’ kata Rustiani.

Daun sirsak

Untuk mengatasi penyakit maut itu, dokter menyarankan Rustiani untuk menjalani operasi bedah. Selain itu, ia juga harus menjalani 6 kali kemoterapi karena sel kanker menyebar ke hati. Namun, ia batal menjalani kemoterapi karena keterbatasan dana. ‘Biaya sekali kemoterapi Rp11-juta. Saya harus menjalani 6 kali sehingga total biaya Rp66-juta hanya untuk obat saja, belum termasuk biaya rumahsakit dan dokter,’ kata Rustiani. Di tengah kegalauan itu, ia teringat surat elektronik tentang sirsak.

Setelah membaca detail dan berselancar, jadilah Rustiani mengonsumsi rebusan daun sirsak mulai 17 Agustus 2010. Ia merebus 10 daun sirsak dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Hasil rebusan itu ia minum dua kali pada pagi dan sore. Sepekan mengonsumsi, Rustiani mulai merasakan perubahan. ‘Ngilu di bagian bawah perut yang sering terasa jadi hilang. Selain itu, perut kembung pascaoperasi juga kembali normal dan menjadi enak makan,’ kata Rustiani.

Menurut ahli terapi kolon, dr Oetjoeng Handajanto, gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi daging berlebihan memang penyebab dominan kanker usus. Pilihan makanan secara langsung mempengaruhi perkembangan kanker usus besar. ‘Usus besar selalu dilewati oleh bahanbahan karsinogenik yang masuk ke tubuh,’ kata dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitat Bochum, Jerman, itu. Sel-sel usus besar yang terpapar zat-zat kimia dari makanan, polusi, dan racun-racun dari sampah makanan akan memicu munculnya sel abnormal atau polip.

Menurut dr Aru W Sudoyo SpPD dari Divisi Hematologi dan Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) penyebab kanker kolon beragam. ‘Namun, makanan merupakan faktor paling penting dalam proses terjadinya kanker kolon. Makanan tinggi lemak, terutama hewani, merupakan faktor risiko kanker usus,’ kata dr Aru. Penelitian terbaru menunjukkan perokok jangka panjang atau 30 - 40 tahun, berisiko 1,5 - 3 kali lebih besar terkena kanker kolon. Diperkirakan satu dari lima kasus kanker usus besar di Amerika Serikat karena merokok.

Di Indonesia jumlah kasus kanker kolon pada usia muda lebih banyak daripada di negara maju. ‘Di negara maju kasus kanker kolon pada usia muda hanya 3%, sedangkan di Indonesia mencapai 30%,’ kata dokter spesialis penyakit dalam itu. Lebih dari 30% pasien kanker kolon di tanahair berusia di bawah 40 tahun. Penyebab besarnya angka itu belum diketahui. Namun, diduga kuat akibat infeksi seperti diare, serta dipicu gaya hidup tidak sehat.

Resep dokter

Kasus yang menimpa Andi Emanto lain lagi. Bagi dia berkemih saat paling menyiksa. Urine menetes perlahan, interval panjang, dan rasa nyeri. Celakanya, setiap malam ia terbangun 4 - 5 kali untuk berkemih. Semula ia menduga anyang-anyangan, tetapi 2 bulan kemudian gangguan itu tak kunjung berakhir. Andi Emanto tak tahan lagi menanggung siksa itu. Ia bergegas memeriksakan diri di sebuah rumahsakit di Surabaya, Jawa Timur.

Andi menjalani ultrasonografi, biopsi atau pengambilan sampel jaringan, dan tes darah. Dokter mendiagnosis Andi Emanto positif mengidap kanker prostat. Nilai PSA (prostate specific antigen atau indikator kanker prostat) Andi mencapai 40; angka PSA normal, 10. Dokter mengatakan kanker prostat itu termasuk grade II.

Untuk mengatasi sumbatan itu, dokter hanya mengerok jaringan prostat. Harap mafhum, Andi Emanto mengalami hiperplasia alias pembengkakan prostat. Ketika organ itu membengkak atau hiperplasia, menekan uretra sehingga urine sulit keluar dan menumpuk di kantong kemih. Menurut ahli urologi, dr Ahmad Bi Utomo SpU di Surakarta, Jawa Tengah, pengerokan adalah mengambil sebagian prostat untuk melancarkan jalan urine. Usai pengerokan pria 74 tahun itu memang lancar berkemih.

Namun, beberapa bulan kemudian, gangguan seperti di atas muncul lagi. Pada Oktober 2010, Andi menemui dr Zainal Gani di Malang, Jawa Timur. Ketika itulah Zainal Gani meresepkan daun sirsak. Konsultan pengembangan burung walet itu mengonsumsi hasil rebusan 7 daun sirsak dalam 3 gelas air. Setelah mendidih dan tersisa satu gelas, ia meminumnya 3 kali sehari. Karena menganggap repot, ia minta kapsul ektrak daun sirsak kepada dr Zainal Gani. Maka sebulan berselang, ia rutin mengonsumsi 3 kapsul 3 kali sehari.

Bersamaan dengan itu ia juga menjalani hidup sehat seperti meninggalkan konsumsi daging sapi, kambing, dan ayam. Sejak dua bulan rutin mengonsumsi daun sirsak, ia lancar berkemih dan tanpa rasa nyeri. Sayang, ia belum memeriksakan diri ke dokter.

Tertarik acetogenins

Saat ini memang kian banyak dokter yang meresepkan atau sekadar menganjurkan daun sirsak kepada para pasien beragam kanker. Zainal Gani yang menangani Andi Emanto, salah satu di antaranya. Dokter alumnus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu meresepkan daun sirsak sejak Agustus 2010 setelah memperoleh informasi hasil riset di mancanegara. Informasi itu berupa senyawa aktif acetogenins dalam daun sirsak yang sangat manjur dan selektif mengatasi target sasaran.

Acetogenins hanya menyerang sel kanker dengan menghambat produksi adenosina trifosfat (ATP) sebagai sumber energi. Dampaknya mitosis atau pembelahan sel kanker, pun terhambat. Sel kanker membelah sangat cepat, yakni setiap 2 - 5 jam; sel normal, 7 - 14 hari. Pembelahan cepat keruan saja memerlukan energi besar dari ATP. Jika pasokan energi berkurang akibat ATP terhambat, maka aktivitas sel kanker melamban, dan terjadi apoptosis alias program bunuh diri sel. Tamat sudah riwayat sel kanker.

Zainal Gani mengutip hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin yang bekerja sama dengan peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD (baca Daun Sirsak vs Kemoterapi Trubus Januari 2011). Itulah sebabnya ketika Andi berkonsultasi mengenai kanker prostat yang ia idap, dr Zainal Gani meresepkan daun sirsak.

Untuk memudahkan pasien, dokter kelahiran Banyuwangi 10 November 1946 itu mengekstrasi daun sirsak. Kebetulan di halaman belakang rumahnya yang jembar, ia menanam sirsak. Umur 10 tahun, pohon sirsak itu tumbuh setinggi atap. Dari pohon itulah Gani membikin rata-rata 500 kapsul per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien. Dokter yang meresepkan herbal sejak krisis moneter pada 1998 itu biasanya mengombinasikan daun sirsak dengan herbal lain.

Kanker vs mukjizat?

Walau memberikan simplisia daun sirsak kepada para pasien, tetapi dr Setiawan Dalimartha lebih senang disebut menganjurkan daripada meresepkan. ‘Kalau meresepkan itu hanya untuk obat keras yang dibeli di apotek,’ kata dokter yang menjadi Sekretaris Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Provinsi Jakarta itu. Setiawan ‘meresepkan’ daun sirsak hanya kepada pasien kanker dari berbagai kota seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya.

‘Pasien umumnya datang pada stadium lanjut. Bahkan, setelah dokter menyatakan sebaiknya dirawat di rumah saja (kondisi pasien sangat parah, red),’ kata dokter alumnus Universitas Tarumanagara itu. Sedangkan yang datang pada stadium dini pada umumnya pasien kanker payudara dan kanker paru. Salah seorang pasien, sebut saja Rengganis, datang dengan kondisi mengenaskan. Ia mengidap kanker nasofaring atau bagian hulu kerongkongan yang berhubungan dengan hidung.

Celakanya sel kanker menyebar ke otak dan merusak os maxillaris sinistra alias tulang pipi kiri sebagaimana hasil pencitraan resonansi magnetik (MRI magnetic resonance imaging) dan foto tengkorak. Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur itu memberikan beberapa herbal, termasuk daun sirsak. Rengganis merebus 20 daun sirsak dalam 3 gelas air hingga mendididh dan tersisa 1 gelas. Ia mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak setiap pagi.

‘Ternyata responnya positif. Ada perbaikan kondisi tubuh, tumor tidak teraba lagi setelah mengonsumsi ramuan dan rebusan daun sirsak selama sebulan,’ kata Setiawan. Menurut Setiawan, ‘Ini salah satu kasus yang mengejutkan, karena kasus itu adalah kanker stadium lanjut yang umumnya sudah tidak respons dengan pengobatan. Untuk kasus-kasus seperti itu, dalam benak saya hanya ada satu jawaban, dia mendapat mukjizat dari Tuhan.’

Dokter kelahiran 25 Agustus 1950 itu mengatakan senyawa dalam daun sirsak menyebabkan matinya sel kanker atau apoptosis. Senyawa alkaloid itu juga menghentikan atau memutus aliran darah ke sel kanker. Dampaknya sel kanker tidak mendapat pasokan makanan sehingga akhirnya pertumbuhan terhenti.

19 kanker

Dokter lain yang meresepkan daun Annona muricata kepada para pasien adalah dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir di Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu daya tembus senyawa aktif dalam daun sirsak ke sel kanker sangat kuat. Selain itu daun sirsak juga mampu melokalisir sel kanker. Ia meresepkan ekstraksi daun sirsak dalam kapsul kepada para pasien kanker sejak 2002.

Total ada 19 jenis penyakit kanker yang pasiennya ia resepkan daun sirsak seperti kanker payudara, kanker usus, dan paru-paru. Harap mafhum, ‘Semua bagian tubuh manusia berpotensi terserang kanker, kecuali rambut dan kuku,’ kata ahli kanker yang mendalami pengobatan tradisonal, dr Willie Japaries MARS. Pasien dr Paulus, dokter ahli bedah dan ahli lepra, 80% memang pasien kanker yang datang dari berbagai kota.

Mantan direktur Rumahsakit Sitanala, Kabupaten Tangerang, Banten, itu senantiasa meresepkan daun sirsak secara majemuk. ‘Tak ada peluru ajaib untuk menembak kanker. Tanaman obat harus campuran sehingga sinergis dan hasil maksimal. Sinergisme juga menetralisir efek samping,’ kata Paulus. Menurut Paulus herbal pendamping itu sangat individual sehingga tak dapat digeneralisir.

Dokter yang 8 tahun bertugas di Uganda dan Etiopia itu mencontohkan jika ginjal pasien kanker bermasalah, maka ia menambahkan kejibeling Strobilanthes crispus atau kumis kucing Orthosiphon aristatus. Paulus mengatakan peran daun sirsak dan herbal lain itu hanya 40%. Selebihnya andil banyak faktor seperti sikap, gaya hidup, dan kondisi kejiwaan. ‘Penyerapan obat di usus lebih baik, jika (pasien) tak stres,’ kata Paulus.

Lihatlah kondisi Diana Darmawan yang mengidap kanker payudara ganas stadium 2C. Bobot tubuh perempuan 45 tahun itu anjlok, perut terasa panas, muntah terus-menerus, rambut, alis, dan bulu mata rontok tidak bersisa. Kulit yang semula putih bersih berubah warna menjadi ungu keabu-abuan. Itu akibat kemoterapi di Pusat Kanker Nasional Singapura. Sepekan kemudian ia menemui dr Paulus. Meski kondisi memburuk, tetapi Diana optimis setelah memperoleh dukungan dari keluarga. Itu membantu mempercepat pemulihan.

Untuk memulihkan kondisi tubuh, ibu 3 anak itu mengonsumsi kombinasi herbal, daun sirsak, sambiloto, dan temulawak resep dari dr Paulus. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari masing-masing sebuah kapsul. Tiga bulan kemudian, kondisi kian membaik dengan indikasi hilangnya keluhankeluhan itu. Kulit Diana juga kembali bersih. Akhir Januari 2011, ia kembali memeriksakan diri di Pusat Kanker Nasional Singapura. Hasilnya, sel kanker tak terdeteksi di tubuh Diana. Menurut dr Paulus, pascakemoterapi 20% sel kanker masih tersisa.

Lebih luas

Dokter kepresidenan, dr Hardhi Pranata SpS MARS, turut menganjurkan daun sirsak, terutama kepada pasien kanker usus besar, kanker paruparu, kankier prostat, dan kanker payudara. Selain itu Ketua Umum Himpunan Dokter Herbal Medik Indonesia itu juga menganjurkan pemanfaatan daun sirsak kepada pasien penyakit saraf. Menurut Hardhi, daun sirsak bersifat menenangkan. Seorang pasiennya mengidap kanker payudara studium 2, kondisinya terus membaik setelah rutin mengonsumsi rebusan daun sirsak.

‘Acetogenins dalam daun sirsak mengendalikan mitokondria yang overacting. Bila mitokondria normal, maka pertumbuhan sel kanker dapat terkendali,’ kata alumnus Universitas Indonesia itu. Hardhi menganjurkan pasien itu untuk menjalani kemoterapi. Kondisinya baik, rambut tak rontok. Bahkan nafsu makan meningkat sehingga bobot tubuh bertambah. ‘Di sanalah tanaman herbal bekerja menjaga dan memulihkan tubuh,’ kata Hardhi.

Dokter dan herbalis di Ciputat, Kotamadya Tangerang Selatan, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Erna Cipta Fahmi, juga meresepkan sirsak untuk para pasien, tetapi lebih banyak buah daripada daun. Selain kepada pasien kista, dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu juga meresepkan buah sirsak untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan ginjal seperti asam urat dan hipertensi.

Dr Prapti Utami juga menganjurkan daun sirsak untuk mengatasi kanker. Kepada para pasien, pemilik Klinik Evergreen itu hanya menjelaskan cara mengolah, dosis dan frekuensi konsumsi daun sirsak. Pasienlah yang mesti mencari daun sirsak segar karena relatif mudah. Sayang, Prapti belum memantau kondisi para pasien pascakonsumsi daun sirsak.

Dokter dan herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja belum meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Sebab, pasokan bahan baku masih terbatas. Meski demikian ia tertarik meresepkan karena daun sirsak memiliki kelebihan ketimbang herbal untuk kanker lainnya. Sidi membandingkan dengan kunir putih Curcuma zedoaria yang juga berkhasiat antikanker. Tanaman anggota famili Zingiberaceae itu mengandung protein yang hanya efektif untuk menghambat mitosis sel kanker dari kelenjar. Beberapa contoh kanker kelenjar adalah kanker prostat dan adenokarsinoma alias pankreas. Bagaimana dengan daun sirsak? Alumnus Fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada itu mengatakan bahwa cakupan khasiat daun sirsak lebih luas daripada kunir putih.

Selain mujarab mengatasi sel kanker dari kelenjar, daun sirsak juga tokcer mengendalikan kanker yang berasal dari sel jaringan ikat. Contohnya antara lain fibroadenokarsinoma pada kanker payudara dan kanker rahim. (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati, Evy Syariefa Firstantinovi, Imam Wiguna, Lastioro Anmi Tambunan, Rosy Nur Apriyanti, Tri Istianingsih)

SEMULA BISUL

Obat bisul menjadi obat kanker? Menurut dr Willie Japaries MARS dalam pengobatan tradisional tiongkok, herbal untuk mengatasi bisul, berkhasiat pula sebagai obat kanker. Contoh daun dewa dan sambiloto yang berkhasiat mengatasi kanker, semula juga untuk mengobati bisul. Masyarakat juga memanfaatkan daun sirsak untuk mengobati bisul.***


BERI JEDA

Daun sirsak mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan bersifat akumulatif di dalam tubuh sehingga dapat berubah menjadi prooksidan, pemicu kanker. Menurut dr Sidi Aritjahja sebaiknya konsumsi daun sirsak hanya selama gejala terasa. Jika membaik, hentikan konsumsi daun sirsak minimal 6 bulan. Setelah itu bisa konsumsi kembali untuk menghindari penumpukkan antioksidan.***

PERKUAT HATI

Tubuh penderita kanker pada umumnya lemah. Oleh karena itu perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Menurut dr Erna Cipta Fahmi perlu menambahkan temu-temuan, selain daun sirsak. Sel darah merah pasien juga berkurang sehingga baik mengonsumsi bayam merah dan bit. Ginjal yang juga lemah, diperkuat dengan pegagan dan temulawak. ***


Semula diambil buahnya, kini juga daunnya

dr Willie Japarries MARS, pengobatan harus holistik. Herbal bukan hanya menyasar kanker, tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh

dr Erna Cipta Fahmi, penggunaan herbal sebaiknya majemuk karena kerja masing-masing zat aktif berbeda Konsumsi ekstrak daun sirsak dalam kapsul lebih praktis

‘Tak ada peluru ajaib untuk menembak kanker. Tanaman obat harus campuran sehingga sinergis dan hasil maksimal. Sinergisme juga menetralisir efek samping,’ kata dr Paulus Wahyudi Halim.

Menurut dr Aru W Sudoyo SpPD gejala kanker usus besar adanya darah dalam kotoran, perubahan dalam buang air besar, nyeri perut bagian bawah yang tak kunjung hilang, bentuk kotoran yang panjang dan tipis seperti pensil , anemia, dan bobot tubuh turun

dr Prapti Utami, sebagai tanaman obat sirsak lebih populer sehingga masyarakat tak akan salah pilih

dr Aru W Sudoyo SpPD, pasien boleh konsumsi daun sirsak, tetapi sebagai herbal komplementer atau pendamping

Dalam pengobatan peran herbal hanya 40%. Selebihnya andil sikap, gaya hidup, dan kondisi kejiwaan. Pengobatan lebih berhasil jika pasien tidak stres

dr Setiawan Dalimartha banyak pasien kanker stadium lanjut yang diberi daun sirsak

dr Hadi Pranata SpS MARS anjurkan daun sirsak kepada pasien kanker dan penyakit saraf Konsumsi daging berlebihan salah satu penyebab kanker usus. Sel usus besar yang terpapar zat kimia dari makanan, polusi, dan racun dari sampah makanan memicu munculnya sel abnormal

dr Zainal Gani, resepkan ekstraksi daun sirsak

PAKET OBAT KANKER PAYUDARA

Paket Obat Kanker Payudara Cuma Rp.350.000,- (Habbatussauda Plus 2 + Nigellive 3+ Habbat`s Kapsul 2 + Honeylive )

TERAPI DAN OBAT KANKER PAYUDARA