Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2008

Orgasme Dan Manfaatnya Buat Kesehatan



TINGKATKAN ORGASME DAN KESEHATAN SEKS ANDA DENGAN HABBAT`S X PLUS.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

KapanLagi.com - Apa hebatnya seks tanpa orgasme! Pastinya setiap orang menikmati saat-saat puncak ini sewaktu bercinta. Biasanya, semakin bertambah usia, orang cenderung semakin tak menaruh perhatian pada hal-hal terkait seks. Setiap pasangan makin merasa nyaman dengan hubungan yang mereka jalani selama bertahun-tahun dan bahkan agak sulit menikmati romatisme di senja hari bersama pasangan, yang ada malah tenggelam dalam kesibukan pekerjaan masing-masing.

Sebenarnya, orgasme bukan hanya sekedar inti dari sebuah hubungan seksual, namun juga memiliki fungsi penting bagi kesehatan. Alfrde Kinsey, seorang psikolog melakukan penelitian tentang kehidupan seksual pria dan wanita di tahun 1950-an, yang membuatnya jadi terkenal saat itu. Akan tetapi informasi yang diluncurkannya sebenarnya lebih penting dari pada studi itu sendiri. Dalam salah satu laporan yang dirilis, Kinsey menyebut seks terbukti mampu mengurangi stress. Dalam laporan yang sama juga ditunjukan perbedaan besar dalam kekerasan dengan frekuensi seks dan orgasme. Bagi kebanyakan orang yang menikmati seks dan orgasme secara teratur lebih membuat mereka tak agresif dan tak melakukan tindak kekerasan dari pada individu yang kurang. Dari laporan ini, disimpulkan kalau kepuasan seks dan orgasme memiliki pengaruh jangka panjang dalam meredam kemarahan dan membantu keseimbangan kesehatan jiwa.

Studi yang dilakukan bertahun-tahun kemudian menunjukan bahwa frekuensi hubungan seksual dan orgasme memperkecil tingkat kematian pada pria dan wanita. Sebagai tambahan, seks juga mengurangi resiko penyakit jantung pada kaum wanita. Pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif cenderung lebih menikmati kehidupan dengan resiko kesehatan yang lebih rendah dibanding dengan pasangan yang kurang aktif. Dudley Chapman, seorang gynecologist, meyakini kebenaran studi yang dilakukan oleh para psikolog di universitas Wilkes, yang menyebut orgasme membantu tubuh kita memerangi segala macam infeksi. Dan inilah alasan kenapa pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif jauh dari penyakit.

Sebuah studi lain yang dilakukan di Melbourne, Australia menemukan korelasi antara ejakulasi dan kanker prostat. Beberapa pria berusia antara 20 hinga 50 tahun dilibatkan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan kalau frekuensi ejakulasi mampu mengurangi resiko menakutkan dari kanker prostat. Studi ini juga menerangkan kalau bukan hanya resiko kanker prostat yang berkurang, tapi ferkuensi orgasme juga mampu mencegah rasa sakit waktu buang air kecil pada para pria di tahun-tahun senior mereka. Dan disimpulkan dari studi tersebut kalau ejakulasi memiliki peran peting dalam memperbaiki kesehatan prostat serta mencegah masalah prostat untuk selanjutnya.

Sebenarnya, seks dan orgasme merupakan sebuah cara bagi tubuh kita untuk melepaskan stress dan kecemasan yang menumpuk sepanjang hari sejalan dengan aktivitas yang padat. Terlepas dari adanya bukti ilmiah atau bukan, yang perlu Anda sadari hanyalah bagaimana cara bersantai dan merasa tenang setelah Anda memperoleh orgasme dan Anda akan segera menyadari kalau tubuh Anda memang membutuhkan rehat dari realitas. (artb/erl)

SUMBER:

http://www.kapanlagi.com/a/0000003890.html

Selasa, 03 Juni 2008

Penyakit Khas Lelaki

CEGAH DAN HINDARI PENYAKIT HANYA DENGAN HABBATUSSAUDA. AMION.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===
entu, tak cuma penampilan kasat mata yang perlu perhatian khusus. Anda juga perlu tahu apa yang terjadi di balik wajah tampannya. Dengan begitu, Anda bisa membantu Si Dia mengantisipasi potensi penyakit yang dideritanya. Atau menghindar dari risiko menjadi suster sepanjang hidup.
Penyakit atau keluhan apa saja yang dekat dengan mereka?

SERANGAN JANTUNG
Penelitian membuktikan, bahwa testosteron akan meningkatkan kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) dalam darah, dan menurunkan HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik. Akibatnya, pria memiliki risiko terkena serangan jantung dan stroke lebih tinggi daripada perempuan. Jika faktor internal tidak dapat diubah, maka memperbaiki faktor eksternal kemungkinan akan menjauhkan mereka dari penyakit ini. Apa saja faktor eksternalnya? Merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kegemukan, stres serta kurangnya berolahraga.

KANKER TESTIS
Kanker ini umumnya banyak terjadi pada laki-laki muda, dari usia 15 hingga 35 tahun. Gejalanya berupa benjolan yang tidak nyeri, pengerasan atau perubahan ukuran testikel (alat vital lelaki) atau rasa nyeri yang berkepanjangan. Jika gejala awalnya berhasil terdeteksi, kanker ini dapat disembuhkan lewat pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi atau kombinasi perawatan-perawatan tersebut. Untuk mengetahuinya sejak dini, mereka bisa melakukan pemeriksaan sendiri setidaknya sebulan sekali.

ASAM URAT
Kadar asam urat laki-laki dan perempuan sejak lahir sampai usia remaja umumnya rendah. Setelah usia remaja, kadar asam urat pada perempuan enderung tetap rendah dan baru meningkat setelah menopause. Hal ini disebabkan besarnya peranan hormon etstrogen yang membantu untuk membuang asam urat melalui urin. Sedangkan pada pria, setelah remaja, kadar asam urat mereka selalu lebih tinggi dari perempuan seusia. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5-7 mg/dl, dan perempuan 2,6-6 mg/dl. Faktor risiko orang terkena asam urat di antaranya pola makan yang tak sehat dan kegemukan. Makanan yang mengandung zat purin tinggi memicu asam urat. Kandungan zat ini terdapat dalam jeroan, udang, cumi, kerang, kepiting, dan teri.

KEBOTAKAN
Kebotakan biasanya terjadi secara bertahap dan bisa seluruh kulit kepala kehilangan rambutnya. Sekitar 25 persen pria mulai mengalami kebotakan paa usia 30 tahun dan sekitar dua pertiga pria menjadi botak pada usia 60 tahun! Kalau dihitung-hitung, rata-rata sebanyak 100 helai rambut hilang dari kepala mereka setiap hari.
Penyebab kebotakan pada pria di antaranya faktor keturunan dan perubahan hormon androgen. Pola kebotakan pria dimulai dari garis rambut, seara bertahap garis rambut mundur ke belakang membentuk huruf M. Rambut menjadi lebih halus dan tidak tumbuh sepanjang sebelumnya.

BUTA WARNA
Istilah yang lebih tepat untuk keluhan ini adalah penglihatan warna yang kurang baik, karena kasus buta warna total sangat jarang terjadi. Sekitar 8 persen pria menderita kelainan ini. Sedangkan pada perempuan hanya 0,5 persen saja. Kelainan genetik ini sepertinya erat hubungannya dengan jenis kelamin. Dalam kasus kelainan ini, perempuan hanya bersifat sebagai pembawa sifat (carrier) dan menurunkannya pada anak laki-lakinya. Meski begitu, cacat genetik ini tidak mengurangi tingkat apresiasi mereka terhadap keindahan. Buktinya, mereka sangat apresiatif melihat perempuan cantik, bukan?

PERUT BUNCIT
Keluhan yang sangat dekat dengan laki-laki adalah perut buncit. Hal ini disebabkan ketiadaan ovarium pada tubuh mereka. Makanya, jika kelebihan lemak pada perempuan tersebar dan terkonsentrasi di bagian paha, bokong, dan di bawah lengan atas sebagai sumber makanan janin, maka pada pria, kelebihan lemaknya ditampung di perut. Mereka juga memiliki lemak di bagian belakang tubuhnya. Kalau mereka punya ovarium, maka perut mereka pun akan rata seperti Anda.

MASUK ANGIN
Istilah masuk angin sebenarnya bukan berarti angin benar-benar masuk ke dalam tubuh. Yang benar, tiupan angin menyebabkan suhu tubuh menurun. Karena hanya sebagian tubuh saja yang terkena angin, maka temperatur tubuh pun menjadi tidak rata. Lalu muncullah gejala pusing, meriang, pegal-pegal yang dikenal dengan gejala masuk angin. Keluhan ini sebenarnya umum, namun pengidapnya lebih banyak pria. Mungkin karena pria biasanya kurang peduli terhadap kesehatan tubuhnya, sehingga kondisi badannya tidak sesehat perempuan. Itu sebabnya mereka mudah sekali terserang masuk angin.

KANKER PAYUDARA
Meski jarang terjadi, kanker payudara dapat terjadi pada pria. Di Amerika, sebanyak 1400 kasus muncul setiap tahun. Gejala yang tampak adalah timbulnya benjolan keras pada payudara, namun tidak terasa sakit hingga perubahan pada puting dan daerah sekitarnya. Faktor risiko kanker payudara pada pria di antaranya keturunan, gaya hidup buruk sperti kebiasaan merokok dan stres. Penyakit hati juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko kanker payudara pada pria. Maka itu, pria pun disarankan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) agar kanker payudara dapat terdeteksi sejak dini.
Uhm, kira-kira Si Dia berpotensi pada penyakit apa ya? Semoga tidak ada.


Ika Nurul Syifaa
SUMBER:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/29/19003913/penyakit.khas.lelaki

Rabu, 21 Mei 2008

Sperma Pria Tampan Lebih Joss!

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA SPREMA DAN SEKS KITA JADI NGE-JOSSS... KARENA HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATAIANN (HR. BUKHARI MUSLIM) HUB: BIN MUHSIN 085227044550 / 021-91913103 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id

====

PRIA tampan dikatakan mempunyai sperma paling bagus kualitasnya. Demikian sebuah penelitian mengungkapkan hal ini. Para peneliti menunjukkan bahwa pria-pria yang sangat sehat secara fisik, memiliki sperma yang bergerak cepat, paling menarik minat bagi para wanita.

Sejak lama, karakteristik wajah seseorang menjadi indikator bagi kesehatan orang tersebut. Namun, kali ini secara langsung kualitas reproduksi seseorang dikaitkan dengan karakteristik wajahnya, jelas para ilmuwan.

Maria Sancho-Navarro, seorang anggota tim di Universitas Valencia, Spanyol mengatakan bahwa wajah simetris kebanyakan sangat menarik bagi para wanita. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa mereka yang memiliki fitur wajah lebih simetris jarang sekali menderita sakit.

Para peneliti ini menyelidiki sekitar 66 pria dari Valencia. Mereka menunjukkan foto-foto para pria ini dari sisi depan maupun samping kepada 66 wanita yang bakal menilai mereka, mana yang lebih menarik bagi para wanita ini. Sementara, kualitas semen ini diukur seturut pedoman yang dibuat badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization).

Motilitas dan Morfologi
Di bagian kedua penelitian, 12 pria dari kelompok pria yang memiliki semen baik, normal, dan jelek diseleksi dan foto-foto mereka diperlihatkan pada dua kelompok wanita.

Persepsi para wanita atas pria yang tampan berkorespondensi pada kualitas sperma yang baik (baik dari segi motilitas -kemampuan bergerak secara spontan, maupun morfologinya-bentuk) di kedua kelompok. Meski begitu, tidak ada kaitan antara ketertarikan para wanita dengan konsentrasi sperma.

Meski faktor-faktor lain seperti status sosial dan ekonomi mempengaruhi pilihan akhir atas pasangan, kata para ilmuwan, para wanita ini memperhitungkan soal kesehatan dan kemampuan pria berperan sebagai bapak atas anak-anak mereka.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa para wanita dapat mengenali fungsi reproduksi pria apakah fit atau tidak berdasar penampilan wajah saja," kata para peneliti ini menyimpulkan.

Sebuah penelitian terpisah yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa para wanita yang memiliki suara yang paling memikat biasanya memiliki wajah yang memikat pula.

Sarah Collins dan Caroline Missing, dari University of Nottingham, merekam suara 30 wanita muda untuk diperdengarkan ke para pria yang kemudian melihat foto-foto mereka. Pilihan para pria ini membuktikan bahwa wajah menarik terkait dengan suara yang menarik pula.

Sumber : Evolution and Human Behavior (vol 24, p 199)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/19/2047117/sperma.pria.tampan.lebih.joss.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Sperma Pria Tampan Lebih Joss!

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA SPREMA DAN SEKS KITA JADI NGE-JOSSS... KARENA HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATAIANN (HR. BUKHARI MUSLIM) HUB: BIN MUHSIN 085227044550 / 021-91913103 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id

====

PRIA tampan dikatakan mempunyai sperma paling bagus kualitasnya. Demikian sebuah penelitian mengungkapkan hal ini. Para peneliti menunjukkan bahwa pria-pria yang sangat sehat secara fisik, memiliki sperma yang bergerak cepat, paling menarik minat bagi para wanita.

Sejak lama, karakteristik wajah seseorang menjadi indikator bagi kesehatan orang tersebut. Namun, kali ini secara langsung kualitas reproduksi seseorang dikaitkan dengan karakteristik wajahnya, jelas para ilmuwan.

Maria Sancho-Navarro, seorang anggota tim di Universitas Valencia, Spanyol mengatakan bahwa wajah simetris kebanyakan sangat menarik bagi para wanita. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa mereka yang memiliki fitur wajah lebih simetris jarang sekali menderita sakit.

Para peneliti ini menyelidiki sekitar 66 pria dari Valencia. Mereka menunjukkan foto-foto para pria ini dari sisi depan maupun samping kepada 66 wanita yang bakal menilai mereka, mana yang lebih menarik bagi para wanita ini. Sementara, kualitas semen ini diukur seturut pedoman yang dibuat badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization).

Motilitas dan Morfologi
Di bagian kedua penelitian, 12 pria dari kelompok pria yang memiliki semen baik, normal, dan jelek diseleksi dan foto-foto mereka diperlihatkan pada dua kelompok wanita.

Persepsi para wanita atas pria yang tampan berkorespondensi pada kualitas sperma yang baik (baik dari segi motilitas -kemampuan bergerak secara spontan, maupun morfologinya-bentuk) di kedua kelompok. Meski begitu, tidak ada kaitan antara ketertarikan para wanita dengan konsentrasi sperma.

Meski faktor-faktor lain seperti status sosial dan ekonomi mempengaruhi pilihan akhir atas pasangan, kata para ilmuwan, para wanita ini memperhitungkan soal kesehatan dan kemampuan pria berperan sebagai bapak atas anak-anak mereka.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa para wanita dapat mengenali fungsi reproduksi pria apakah fit atau tidak berdasar penampilan wajah saja," kata para peneliti ini menyimpulkan.

Sebuah penelitian terpisah yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa para wanita yang memiliki suara yang paling memikat biasanya memiliki wajah yang memikat pula.

Sarah Collins dan Caroline Missing, dari University of Nottingham, merekam suara 30 wanita muda untuk diperdengarkan ke para pria yang kemudian melihat foto-foto mereka. Pilihan para pria ini membuktikan bahwa wajah menarik terkait dengan suara yang menarik pula.

Sumber : Evolution and Human Behavior (vol 24, p 199)

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/19/2047117/sperma.pria.tampan.lebih.joss.


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Gangguan Ereksi Indikasikan Sakit Jantung

INSYA ALLA DENGAN HABBATUSSAUDA GANGGUAN EREKSI DAN SAKIT JANTUNG BISA DICEGAH DAN DIOBATI. kaRENA HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM). MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA ( QS: AN-NAHL: 69) . UNTUK PEMESENAN HABBATUSSAUDA ASLI DAN AMDU HABBATUSSAUDA ASLI YANG LEGAL ADA SERTIFIKAT MUI,DEPKES, DAN LP POM RI HUBUNGI BIN MUHSIN DI hp: 085227044550 / 021-91913103 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

GANGGUAN ereksi yang dialami para pria ternyata dapat dijadikan salah satu indikator risiko mengidap penyakit jantung. Seperti dilaporkan dalam Journal of the American College of Cardiology, hasil riset mengindikasikan bahwa pria pengidap diabetes yang mengalami kesulitan mempertahankan ereksi (erectile dysfunction/ED) berisiko lebih besar mengalami gangguan jantung serius. Risiko gangguan jantung pada pria diabetes yang mengalami ED mencapai dua kali lipat ketimbang pria diabetes lainnya.

Menurut para ahli dari Chinese University of Hong Kong, yang melakukan penelitian ini, penyebab utama dari kedua hal itu adalah adanya kerusakan pada pembuluh darah yang disebabkan tingginya kadar gula darah. Mereka menyarankan pria diabetesi yang mengalami ED harus segera berkonsultasi ke dokter.

Melalui risetnya, para ilmuwan Hongkong ini ingin mengetahui apakah ED dapat menjadi sebuah indikator independen bagi para dokter tentang kemungkinan timbulnya problem kesehatan lain. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengindikasikan timbulnya problem seksual pada pria pengidap diabetes tipe II secara umum akan diikuti dengan gejala penyakit jantung setelah kurun waktu maksimal 3 tahun.

Lewat studi ini, peneliti Hongkong ingin mengungkap hubungan tersebut lebih detail lagi. Mereka melibatkan 2.306 pria diabetesi yang seperempat di antaranya telah mengalami ED.

Pada awal penelitian, seluruh partisipan belum ada yang menunjukkan gejala-gejala penyakit jantung atau stroke. Namun, setelah empat tahun berjalan, 123 pria tercatat mengalami serangan jantung. Di antara mereka ada yang meninggal, mengalami sakit dada akibat penyumbatan pembuluh arteri, dan ada yang harus menjalani operasi bypass atau katerisasi jantung.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan, pria diabetesi yang mengalami ED tercatat hampir dua kali memiliki kecenderungan masuk dalam kelompok tersebut dibandingkan mereka yang ereksinya normal.
"Perkembangan disfungsi ereksi seharusnya menjadi peringatan bagi para penderita diabetes dan penyedia layanan kesehatan untuk mengantisipasi risiko penyakit jantung koroner di masa mendatang," kata pimpinan riset Dr Peter Chun-Yip Tong, seperti dikutip BBC.

Ia menambahkan, tingginya kadar gula darah dapat menimbulkan peradangan pada permukaan bagian dalam pembuluh darah. Inflamasi ini lalu menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan dan penebalan pembuluh arteri jantung yang akan mengganggu suplai darah ke bagian peni
s.

SUMBER:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/21/11535076/gangguan.ereksi.indikasikan.sakit.jantung


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Gangguan Ereksi Indikasikan Sakit Jantung

INSYA ALLA DENGAN HABBATUSSAUDA GANGGUAN EREKSI DAN SAKIT JANTUNG BISA DICEGAH DAN DIOBATI. kaRENA HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM). MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA ( QS: AN-NAHL: 69) . UNTUK PEMESENAN HABBATUSSAUDA ASLI DAN AMDU HABBATUSSAUDA ASLI YANG LEGAL ADA SERTIFIKAT MUI,DEPKES, DAN LP POM RI HUBUNGI BIN MUHSIN DI hp: 085227044550 / 021-91913103 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

GANGGUAN ereksi yang dialami para pria ternyata dapat dijadikan salah satu indikator risiko mengidap penyakit jantung. Seperti dilaporkan dalam Journal of the American College of Cardiology, hasil riset mengindikasikan bahwa pria pengidap diabetes yang mengalami kesulitan mempertahankan ereksi (erectile dysfunction/ED) berisiko lebih besar mengalami gangguan jantung serius. Risiko gangguan jantung pada pria diabetes yang mengalami ED mencapai dua kali lipat ketimbang pria diabetes lainnya.

Menurut para ahli dari Chinese University of Hong Kong, yang melakukan penelitian ini, penyebab utama dari kedua hal itu adalah adanya kerusakan pada pembuluh darah yang disebabkan tingginya kadar gula darah. Mereka menyarankan pria diabetesi yang mengalami ED harus segera berkonsultasi ke dokter.

Melalui risetnya, para ilmuwan Hongkong ini ingin mengetahui apakah ED dapat menjadi sebuah indikator independen bagi para dokter tentang kemungkinan timbulnya problem kesehatan lain. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengindikasikan timbulnya problem seksual pada pria pengidap diabetes tipe II secara umum akan diikuti dengan gejala penyakit jantung setelah kurun waktu maksimal 3 tahun.

Lewat studi ini, peneliti Hongkong ingin mengungkap hubungan tersebut lebih detail lagi. Mereka melibatkan 2.306 pria diabetesi yang seperempat di antaranya telah mengalami ED.

Pada awal penelitian, seluruh partisipan belum ada yang menunjukkan gejala-gejala penyakit jantung atau stroke. Namun, setelah empat tahun berjalan, 123 pria tercatat mengalami serangan jantung. Di antara mereka ada yang meninggal, mengalami sakit dada akibat penyumbatan pembuluh arteri, dan ada yang harus menjalani operasi bypass atau katerisasi jantung.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan, pria diabetesi yang mengalami ED tercatat hampir dua kali memiliki kecenderungan masuk dalam kelompok tersebut dibandingkan mereka yang ereksinya normal.
"Perkembangan disfungsi ereksi seharusnya menjadi peringatan bagi para penderita diabetes dan penyedia layanan kesehatan untuk mengantisipasi risiko penyakit jantung koroner di masa mendatang," kata pimpinan riset Dr Peter Chun-Yip Tong, seperti dikutip BBC.

Ia menambahkan, tingginya kadar gula darah dapat menimbulkan peradangan pada permukaan bagian dalam pembuluh darah. Inflamasi ini lalu menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan dan penebalan pembuluh arteri jantung yang akan mengganggu suplai darah ke bagian peni
s.

SUMBER:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/21/11535076/gangguan.ereksi.indikasikan.sakit.jantung


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Priapism, Ereksi Terus Menerus

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA priapism BISA DICEGAH DAN DIOBATI.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===

Priapism adalah gangguan pada alat kelamin pria yang ditandai dengan ereksi yang berlangsung terus menerus dan seringkali disertai rasa nyeri.

Priapism membutuhkan pertolongan medis segera. Keterlambatan tindakan medis dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut (scar), sehingga mengganggu kemampuan ereksi dimasa mendatang. Jika cepat diobati, priapism biasanya akan sembuh tanpa efek sisa.

Gejala dan tanda priapism antara lain adalah :

  1. Ereksi terus menerus selama sekurang-kurangnya empat sampai enam jam.
  2. Ereksi tidak berhubungan dengan hasrat seksual, atau ereksi terus berlangsung walaupun stimulasi seksual atau orgasme telah berakhir.
  3. Timbul nyeri selama ereksi.
  4. Batang alat kelamin keras, tetapi ujungnya lunak.

Berbagai jenis obat dapat menjadi biang keladi timbulnya priapism. Obat-obat tersebut antara lain adalah :

Selain obat-obatan, hal berikut dapat juga menyebabkan priapism.

Prinsip pengobatan priapism adalah mengeluarkan darah yang terperangkap di dalam alat kelamin, yang menjadi penyebab ereksi berkepanjangan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :

  1. Suntikan intrakavernosa dengan obat-obat simpatomimetik (epinefrin, norepinefrin, fenilefrin, efedrin, metaraminol). Tujuannya adalah menyempitkan ukuran pembuluh darah, sehingga darah yang masuk ke daerah alat kelamin berkurang, sedangkan darah yang keluar bertambah.
  2. Penyedotan, yaitu menyedot darah yang ada dalam alat kelamin, tentunya setelah diberi anestesi lokal. Penyedotan biasanya dilakukan bersama-sama dengan tindakan suntikan intrakavernosa.
  3. Pembedahan. Jika terapi di atas tidak berhasil, dapat dilakukan pembedahan. Pembedahan paling cocok untuk priapism yang disebabkan oleh robeknya arteri alat kelamin.
SUMBER:
http://www.wartamedika.com/2008/05/priapism-ereksi-terus-menerus.html

Priapism, Ereksi Terus Menerus

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA priapism BISA DICEGAH DAN DIOBATI.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===

Priapism adalah gangguan pada alat kelamin pria yang ditandai dengan ereksi yang berlangsung terus menerus dan seringkali disertai rasa nyeri.

Priapism membutuhkan pertolongan medis segera. Keterlambatan tindakan medis dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut (scar), sehingga mengganggu kemampuan ereksi dimasa mendatang. Jika cepat diobati, priapism biasanya akan sembuh tanpa efek sisa.

Gejala dan tanda priapism antara lain adalah :

  1. Ereksi terus menerus selama sekurang-kurangnya empat sampai enam jam.
  2. Ereksi tidak berhubungan dengan hasrat seksual, atau ereksi terus berlangsung walaupun stimulasi seksual atau orgasme telah berakhir.
  3. Timbul nyeri selama ereksi.
  4. Batang alat kelamin keras, tetapi ujungnya lunak.

Berbagai jenis obat dapat menjadi biang keladi timbulnya priapism. Obat-obat tersebut antara lain adalah :

Selain obat-obatan, hal berikut dapat juga menyebabkan priapism.

Prinsip pengobatan priapism adalah mengeluarkan darah yang terperangkap di dalam alat kelamin, yang menjadi penyebab ereksi berkepanjangan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :

  1. Suntikan intrakavernosa dengan obat-obat simpatomimetik (epinefrin, norepinefrin, fenilefrin, efedrin, metaraminol). Tujuannya adalah menyempitkan ukuran pembuluh darah, sehingga darah yang masuk ke daerah alat kelamin berkurang, sedangkan darah yang keluar bertambah.
  2. Penyedotan, yaitu menyedot darah yang ada dalam alat kelamin, tentunya setelah diberi anestesi lokal. Penyedotan biasanya dilakukan bersama-sama dengan tindakan suntikan intrakavernosa.
  3. Pembedahan. Jika terapi di atas tidak berhasil, dapat dilakukan pembedahan. Pembedahan paling cocok untuk priapism yang disebabkan oleh robeknya arteri alat kelamin.
SUMBER:
http://www.wartamedika.com/2008/05/priapism-ereksi-terus-menerus.html

Sabtu, 17 Mei 2008

PENYAKIT KANTORAN - JAUHI KOMPUTER - KONSUMSI HABBATUSSAUDA

KURANGI DAN CEGAH "PENYAKIT KANTORAN" DENGAN MENGKONSUMSI HABBATUSSAUDA SECARA RUTIN. INSYA ALLAH AMIN. TERBUKTI.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===
BEKERJA di belakang meja sepertinya lebih aman ketimbang harus berjibaku di lapangan atau proyek konstruksi. Namun jangan salah! Kerja di kantor yang nyaman dengan duduk berlama-lama di depan komputer atau laptop bisa membunuh Anda pelan-pelan.

Hal yang paling diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.

Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun, menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri Anda bila kerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja, atau menghabiskan tiga jam berturut-turut dengan sekedar duduk mengoperasikan laptop.

Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarah jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. Pembekuan darah terjadi di pembuluh vena dan biasanya pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan.

Beasley menganjurkan pekerja kantoran untuk melakukan rutin melakukan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran aliran darah. Sebuah riset di Italia pun mengindikasikan peregangan dan relaksasi menurunkan kasus sakit kepala para karyawan hingga 40 persen.

Risiko lain yang mengintai para pekerja kantoran adalah bakteri dan virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya bahkan mungkin melebihi kloset di kamar mandi Anda.

Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan beberapa keyboard di sebuah perkantoran LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkap seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing di mana mereka ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform, staphylococcus aureus, yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah diare kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.

Bakteri juga tidak hanya sembunyi di keyboard, namun juga pada meja, telepon dan alat lain. Peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih ketimbang kursi yang duduki. Para ahli Mikrobiologi menemukan sebuah kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.

Sindrom Mata
Selain pembekuan darah dan mikroba, ancaman lainnya adalah sindrom mata akibat komputer yang baru-baru ini diperingatkan American Optometric Association. Gejala sindrom ini adalah mata perih, sensitif terhadap cahaya, nyeri di leher dan punggung.

Dr Kent Daum, dari Illinois College Of Optometry di Chicago mengatakan: “Bekerja di depan komputer membuat mata bekerja keras karena tuntutan pergerakan mata dan fokusing yang baik. Re-focusing menyebabkan stres pada otot mata yang bisa berakibat pada gangguan mata.

Kerusakan Paru-paru
Hal lain yang juga dicemaskan adalah bahaya Printer Lases terhadap kesehatan paru-paru karyawan. Peneliti dari Australia’s Queensland University Of Technology menemukan dampak alat ini mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan.

Di samping laser printe, asap elektronik juga bisa menjadi ancaman. Tim ahli dari London’s Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya.

Salah satu peneliti, Keith Jamieson, menjelaskan : “Medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara. Itulah sebabnya di belakang monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan paru-paru manusia . Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus dinetralisir tubuh, ” paparnya.

Yang terakhir, ancaman di tempat kerja adalah Sick Building Syndrome. Menurut WHO, gejalannya adalah iritasi pada mata , hidung dan tenggorokan, selain juga pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi akibat buruknya ventilasi, tingginya temperatur dan buruknya pencahayaan.
sumber:
www.kompas.com

PENYAKIT KANTORAN - JAUHI KOMPUTER - KONSUMSI HABBATUSSAUDA

KURANGI DAN CEGAH "PENYAKIT KANTORAN" DENGAN MENGKONSUMSI HABBATUSSAUDA SECARA RUTIN. INSYA ALLAH AMIN. TERBUKTI.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===
BEKERJA di belakang meja sepertinya lebih aman ketimbang harus berjibaku di lapangan atau proyek konstruksi. Namun jangan salah! Kerja di kantor yang nyaman dengan duduk berlama-lama di depan komputer atau laptop bisa membunuh Anda pelan-pelan.

Hal yang paling diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.

Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun, menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri Anda bila kerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja, atau menghabiskan tiga jam berturut-turut dengan sekedar duduk mengoperasikan laptop.

Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarah jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. Pembekuan darah terjadi di pembuluh vena dan biasanya pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan.

Beasley menganjurkan pekerja kantoran untuk melakukan rutin melakukan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran aliran darah. Sebuah riset di Italia pun mengindikasikan peregangan dan relaksasi menurunkan kasus sakit kepala para karyawan hingga 40 persen.

Risiko lain yang mengintai para pekerja kantoran adalah bakteri dan virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya bahkan mungkin melebihi kloset di kamar mandi Anda.

Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan beberapa keyboard di sebuah perkantoran LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkap seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing di mana mereka ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform, staphylococcus aureus, yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah diare kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.

Bakteri juga tidak hanya sembunyi di keyboard, namun juga pada meja, telepon dan alat lain. Peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih ketimbang kursi yang duduki. Para ahli Mikrobiologi menemukan sebuah kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.

Sindrom Mata
Selain pembekuan darah dan mikroba, ancaman lainnya adalah sindrom mata akibat komputer yang baru-baru ini diperingatkan American Optometric Association. Gejala sindrom ini adalah mata perih, sensitif terhadap cahaya, nyeri di leher dan punggung.

Dr Kent Daum, dari Illinois College Of Optometry di Chicago mengatakan: “Bekerja di depan komputer membuat mata bekerja keras karena tuntutan pergerakan mata dan fokusing yang baik. Re-focusing menyebabkan stres pada otot mata yang bisa berakibat pada gangguan mata.

Kerusakan Paru-paru
Hal lain yang juga dicemaskan adalah bahaya Printer Lases terhadap kesehatan paru-paru karyawan. Peneliti dari Australia’s Queensland University Of Technology menemukan dampak alat ini mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan.

Di samping laser printe, asap elektronik juga bisa menjadi ancaman. Tim ahli dari London’s Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya.

Salah satu peneliti, Keith Jamieson, menjelaskan : “Medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara. Itulah sebabnya di belakang monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan paru-paru manusia . Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus dinetralisir tubuh, ” paparnya.

Yang terakhir, ancaman di tempat kerja adalah Sick Building Syndrome. Menurut WHO, gejalannya adalah iritasi pada mata , hidung dan tenggorokan, selain juga pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi akibat buruknya ventilasi, tingginya temperatur dan buruknya pencahayaan.
sumber:
www.kompas.com

Selasa, 13 Mei 2008

Aneka Ramuan Pencegah SARS . . . !

Dunia dilanda kepanikan luar biasa akibat wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) merebak sejak bulan November 2002 di Guangdong, Cina. Penyakit pernapasan akut yang disebabkan sejenis virus influenza ini tidak mempan diobati dengan antibiotika biasa. Namun, virus ini bisa ditangkal dengan cukup istirahat dan olahraga serta mengonsumsi beberapa tanaman obat berikut ini.

Sepasang suami istri di Hong Kong diberitakan terkena penyakit flu ganas ini. Sang suami menularkan virus ini kepada istrinya karena selama dia sakit, istrinya tetap menemani di sampingnya. Meski sama-sama kena SARS, si istri cepat pulih, sedangkan suaminya masih bergulat dengan penyakit yang telah merenggut sekitar seratusan nyawa ini.

�Si Istri cepat pulih karena ia memiliki kekebalan tubuh yang baik,� kata Dr. Amin Soebandrio, PhD, Cm, Microbiologist, Asisten Deputi Menteri Ristek untuk llrnu Kedokteran dan Kesehatan. Kekebalan tubuh yang baik, diakuinya, memang bisa jadi cara pencegahan dini menghadapi penyakit ini. Tentu di samping menghindari kontak fisik dengan orang yang sudah kena penyakit ini.

Menurutnya, meningkatkan kekebalan tubuh itu tidak susah. Caranya dengan cukup istirahat, berolahraga teratur, dan mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, khususnya jenis peningkat kekebalan tubuh. Dr. Amin menyarankan untuk tidak lupa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C dan antioksidan.

Selain makanan tersebut, ada juga tanaman obat yang beberapa di antaranya telah diuji secara klinis mampu meningkatkan kekebalan tubuh :

1. Meniran

Tanaman ini secara tradisional dipercaya bisa menyembuhkan penyakit antara lain radang dan batu ginjal, susah buang air kecil, disentri, sakit ayan, hepatitis, serta rematik. Zat kimia tanaman mi yang sudah diketahul antara lain filantin, hipofilantin, kalium, damar, dan tannin.

Penelitian terbaru tentang meniran mengungkapkan bahwa tanaman ini bisa membantu mencegah berbagai macam infeksi virus dan bakteri serta mendorong sistem kekebalan tubuh. Tanaman ini sudah diteliti dan diproduksi menjadi tablet peningkat daya tahan tubuh. Produknya telah diuji preklinis dan kilnis selama tiga tahun.

Dr. Zakiudin Munasir, Sp.AK, ahil pediatrik imunologi dari Bagian Anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, telah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa ekstrak meniran membantu meningkatkan kecepatan penurunan demam pada pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan atas.

Cara pemanfaatan :

Cara ini disarankan oleh Dr. Suprapto Ma�at dari Universitas Airlangga yang juga ikut menguji ekstrak tanaman meniran dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Ambil satu genggam daun meniran yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Tumbuk sampai halus. Kemudian rebus bersama dua gelas air bersih. Tunggu sampai menjadi setengah gelas. Minum sekali setiap hari.

2. Jinten Hitam

Selain meniran, jinten hitam juga bisa dipakai sebagai cara alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh. "Orang Arab sudah secara turun-temurun memanfaatkan jinten hitam untuk meningkatkan daya tahan tubuh," kata Dr. Suprapto. Berbeda dengan meniran, tanaman ini belum teruji secara klinis.

Cara pemanfaatan :

Siapkan satu sendok makan munjung jintan hitam. Gerus sampai kulitnya menjadi pecah. Setelah itu rebus dengan dua gelas air. Tunggu sampai air rebusan tersebut tersisa menjadi setengah gelas. Minum setiap hari agar daya tahan tubuh meningkat.

3. Mengkudu

Buah yang juga dikenal dengan nama pace atau noni ini telah lama dikenal sebagai obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hingga kini, penelitian terhadap buah buruk rupa ini terus dilakukan secara intensif.

Penelitian oleh Dr. Paul Heinike pada awal abad 20 mengungkapkan bahwa tanaman ini mengandung enzim proxeronase dan alkaloid proxeronine. Kedua zat ini akan membentuk zat aktif bernama xeronine di dalam tubuh. Zat ini akan dibawa aliran darah menuju sel-sel tubuh. Hasilnya, sel-sel itu akan lebih aktif, sehat, dan terjadi perbaikan-perbaikan struktur maupun fungsi.

Cara pemanfaatan :

Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, menganjurkan resep berikut untuk menikmati buah mengkudu. Siapkan dua buah mengkudu yang sudah tua. Cuci bersih kemudian simpan selama dua hari sampat benyek. Setelah itu remas-remas dalam dua gelas air. Saring dan sisihkan. Sementara itu, siapkan satu jari kunyit dan dua jari jahe. Bakar dan memarkan. Ambil satu jari kayu manis dan sereh serta tujuh buab kapulaga dan cengkeh. Bahan-bahan tersebut direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampal mendidih dan berbau harum. Campurkan air rebusan bahan tersebut dengan buah rnengkudu yang telah disaring. Tambahkan sedikit garam dan gula jawa secukupnya.

4. Lidah Buaya

Dr. Suprapto menyarankan konsumsi lidah buaya supaya tubuh lebih fit dan segar. Tanaman ini juga bermanfaat untuk menjaga stamina orang yang sudab tua dan mudah sakit. Endah juga mengungkapkan bahwa lidah buaya bermanfaat untuk meringankan penyakit batuk dan bronkitis.

Cara pemanfaatan :

Siapkan setengah telapak tangan lidah buaya. Cuci bersih dan dikupas. Tambahkan tigaperempat gelas air. Blender air bersama gel lidah buaya tersebut. Tambahkan madu secukupnya.

5. Apel

Buah ini mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan dan berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Konowalchuck J. pada tahun 1978 mempublikasikan artikel berjudul �Antiviral Effect of Apple Beverages�. Ia menyebutkan bahwa sari buah apel sangat baik diminum untuk melawan berbagai serangan infeksi virus. Menurut buku �Natural Remedies�, dosis apel yang bisa melindungi tubuh dari virus adalah tiga kali sehari satu buah atau segelas jus apel.

6. Pepaya

Buah tropis ini merupakan sumber betakaroten yang baik, sehingga mampu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh zat radikal bebas. Setengah buah pepaya ukuran sedang sehari mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian seorang manusia dewasa. Tidak hanya itu, pepaya juga mengandung sedikit kalsium dan besi. Buah ini amat dianjurkan untuk orang sakit dan lanjut usia karena dagingnya mudah dikunyah dan ditelan.

7. Stroberi

Buah ini mengandung vitamin C paling tinggi di antara semua beri dan kebanyakan buah. Secara tradisional, stroberi dipakai untuk membersihkan sistem pencernaan makanan. Buah ini juga berguna membantu penyerapan zat besi dari sayur mayur yang dikonsumsi.

8. Jambu Batu

Buah jambu batu seberat 90 gram, menurut buku �Foods that Harm Foods that Heal�, ternyata mengandung vitamin C lima kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Buah jambu biji seberat itu bila dikonsumsi setiap hari mampu memenuhi kebutuhan vitamin harian orang dewasa, sehingga bisa menjaga kesehatan dan kebugaran.

9. Jeruk

Vitamin C sering diidentikkan dengan buah jeruk. Buah ini memang mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk menjaga pertahanan tubuh dari infeksi bakteri dan virus. Kandungan antioksidan dalam jeruk mampu mencegah kerusakan karena zat radikal bebas. Antioksidan ini terdapat dalam membran di antara segmen daging buahnya. Untuk memperoleh manfaat optimum dari buah ini, sebaiknya makan buah segar daripada minum jusnya. @


SUMBER:
http://dinkes.kulonprogo.org/posts/view/76

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Aneka Ramuan Pencegah SARS . . . !

Dunia dilanda kepanikan luar biasa akibat wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) merebak sejak bulan November 2002 di Guangdong, Cina. Penyakit pernapasan akut yang disebabkan sejenis virus influenza ini tidak mempan diobati dengan antibiotika biasa. Namun, virus ini bisa ditangkal dengan cukup istirahat dan olahraga serta mengonsumsi beberapa tanaman obat berikut ini.

Sepasang suami istri di Hong Kong diberitakan terkena penyakit flu ganas ini. Sang suami menularkan virus ini kepada istrinya karena selama dia sakit, istrinya tetap menemani di sampingnya. Meski sama-sama kena SARS, si istri cepat pulih, sedangkan suaminya masih bergulat dengan penyakit yang telah merenggut sekitar seratusan nyawa ini.

�Si Istri cepat pulih karena ia memiliki kekebalan tubuh yang baik,� kata Dr. Amin Soebandrio, PhD, Cm, Microbiologist, Asisten Deputi Menteri Ristek untuk llrnu Kedokteran dan Kesehatan. Kekebalan tubuh yang baik, diakuinya, memang bisa jadi cara pencegahan dini menghadapi penyakit ini. Tentu di samping menghindari kontak fisik dengan orang yang sudah kena penyakit ini.

Menurutnya, meningkatkan kekebalan tubuh itu tidak susah. Caranya dengan cukup istirahat, berolahraga teratur, dan mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, khususnya jenis peningkat kekebalan tubuh. Dr. Amin menyarankan untuk tidak lupa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C dan antioksidan.

Selain makanan tersebut, ada juga tanaman obat yang beberapa di antaranya telah diuji secara klinis mampu meningkatkan kekebalan tubuh :

1. Meniran

Tanaman ini secara tradisional dipercaya bisa menyembuhkan penyakit antara lain radang dan batu ginjal, susah buang air kecil, disentri, sakit ayan, hepatitis, serta rematik. Zat kimia tanaman mi yang sudah diketahul antara lain filantin, hipofilantin, kalium, damar, dan tannin.

Penelitian terbaru tentang meniran mengungkapkan bahwa tanaman ini bisa membantu mencegah berbagai macam infeksi virus dan bakteri serta mendorong sistem kekebalan tubuh. Tanaman ini sudah diteliti dan diproduksi menjadi tablet peningkat daya tahan tubuh. Produknya telah diuji preklinis dan kilnis selama tiga tahun.

Dr. Zakiudin Munasir, Sp.AK, ahil pediatrik imunologi dari Bagian Anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, telah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa ekstrak meniran membantu meningkatkan kecepatan penurunan demam pada pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan atas.

Cara pemanfaatan :

Cara ini disarankan oleh Dr. Suprapto Ma�at dari Universitas Airlangga yang juga ikut menguji ekstrak tanaman meniran dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Ambil satu genggam daun meniran yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Tumbuk sampai halus. Kemudian rebus bersama dua gelas air bersih. Tunggu sampai menjadi setengah gelas. Minum sekali setiap hari.

2. Jinten Hitam

Selain meniran, jinten hitam juga bisa dipakai sebagai cara alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh. "Orang Arab sudah secara turun-temurun memanfaatkan jinten hitam untuk meningkatkan daya tahan tubuh," kata Dr. Suprapto. Berbeda dengan meniran, tanaman ini belum teruji secara klinis.

Cara pemanfaatan :

Siapkan satu sendok makan munjung jintan hitam. Gerus sampai kulitnya menjadi pecah. Setelah itu rebus dengan dua gelas air. Tunggu sampai air rebusan tersebut tersisa menjadi setengah gelas. Minum setiap hari agar daya tahan tubuh meningkat.

3. Mengkudu

Buah yang juga dikenal dengan nama pace atau noni ini telah lama dikenal sebagai obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hingga kini, penelitian terhadap buah buruk rupa ini terus dilakukan secara intensif.

Penelitian oleh Dr. Paul Heinike pada awal abad 20 mengungkapkan bahwa tanaman ini mengandung enzim proxeronase dan alkaloid proxeronine. Kedua zat ini akan membentuk zat aktif bernama xeronine di dalam tubuh. Zat ini akan dibawa aliran darah menuju sel-sel tubuh. Hasilnya, sel-sel itu akan lebih aktif, sehat, dan terjadi perbaikan-perbaikan struktur maupun fungsi.

Cara pemanfaatan :

Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, menganjurkan resep berikut untuk menikmati buah mengkudu. Siapkan dua buah mengkudu yang sudah tua. Cuci bersih kemudian simpan selama dua hari sampat benyek. Setelah itu remas-remas dalam dua gelas air. Saring dan sisihkan. Sementara itu, siapkan satu jari kunyit dan dua jari jahe. Bakar dan memarkan. Ambil satu jari kayu manis dan sereh serta tujuh buab kapulaga dan cengkeh. Bahan-bahan tersebut direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampal mendidih dan berbau harum. Campurkan air rebusan bahan tersebut dengan buah rnengkudu yang telah disaring. Tambahkan sedikit garam dan gula jawa secukupnya.

4. Lidah Buaya

Dr. Suprapto menyarankan konsumsi lidah buaya supaya tubuh lebih fit dan segar. Tanaman ini juga bermanfaat untuk menjaga stamina orang yang sudab tua dan mudah sakit. Endah juga mengungkapkan bahwa lidah buaya bermanfaat untuk meringankan penyakit batuk dan bronkitis.

Cara pemanfaatan :

Siapkan setengah telapak tangan lidah buaya. Cuci bersih dan dikupas. Tambahkan tigaperempat gelas air. Blender air bersama gel lidah buaya tersebut. Tambahkan madu secukupnya.

5. Apel

Buah ini mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan dan berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Konowalchuck J. pada tahun 1978 mempublikasikan artikel berjudul �Antiviral Effect of Apple Beverages�. Ia menyebutkan bahwa sari buah apel sangat baik diminum untuk melawan berbagai serangan infeksi virus. Menurut buku �Natural Remedies�, dosis apel yang bisa melindungi tubuh dari virus adalah tiga kali sehari satu buah atau segelas jus apel.

6. Pepaya

Buah tropis ini merupakan sumber betakaroten yang baik, sehingga mampu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh zat radikal bebas. Setengah buah pepaya ukuran sedang sehari mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian seorang manusia dewasa. Tidak hanya itu, pepaya juga mengandung sedikit kalsium dan besi. Buah ini amat dianjurkan untuk orang sakit dan lanjut usia karena dagingnya mudah dikunyah dan ditelan.

7. Stroberi

Buah ini mengandung vitamin C paling tinggi di antara semua beri dan kebanyakan buah. Secara tradisional, stroberi dipakai untuk membersihkan sistem pencernaan makanan. Buah ini juga berguna membantu penyerapan zat besi dari sayur mayur yang dikonsumsi.

8. Jambu Batu

Buah jambu batu seberat 90 gram, menurut buku �Foods that Harm Foods that Heal�, ternyata mengandung vitamin C lima kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Buah jambu biji seberat itu bila dikonsumsi setiap hari mampu memenuhi kebutuhan vitamin harian orang dewasa, sehingga bisa menjaga kesehatan dan kebugaran.

9. Jeruk

Vitamin C sering diidentikkan dengan buah jeruk. Buah ini memang mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk menjaga pertahanan tubuh dari infeksi bakteri dan virus. Kandungan antioksidan dalam jeruk mampu mencegah kerusakan karena zat radikal bebas. Antioksidan ini terdapat dalam membran di antara segmen daging buahnya. Untuk memperoleh manfaat optimum dari buah ini, sebaiknya makan buah segar daripada minum jusnya. @


SUMBER:
http://dinkes.kulonprogo.org/posts/view/76

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Sabtu, 03 Mei 2008

MENGENAL HIPERTENSI

MENGENAL HIPERTENSI

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik meningkat hingga lebih dari 140 mm Hg dan tekanan darah diastolik meningkat hingga lebih dari 90 mm Hg. Meningkatnya tekanan darah juga berdampak pada meningkatnya resiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi fungsi kognitif, mengalami masalah dalam pembelajaran, mengingat, atensi, berpikir abstrak, fleksibilitas mental dan kemampuan kognisi lainnya. Masalah-masalah ini tentu merupakan masalah yang signifikan bagi penderita hipertensi yang berusia produktif.

Prevalensi penyakit hipertensi yang tergolong tinggi, bukan hanya terjadi di negara-negara maju di Amerika Utara dan di Eropa, namun juga di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan pada tahun 1995, prevalensi penyakit hipertensi mencapai 83 per 1000 anggota rumah tangga (Astawan, 2006). Sedangkan Yayasan Jantung Sehat (2007) mencatat berdasarkan studi MONICA 2000 di Jakarta dan FKUI 2000-2003 di daerah Lido pedesaan kecamatan Cijeruk bahwa terdapat 20,9% dan 16,9% dari jumlah penduduk di wilayah tersebut yang menderita hipertensi kategori II menurut JNC VII. Dari angka tersebut, hanya 13,3% dan 4,2% yang menjalani pengobatan (Yayasan Jantung Indonesia, http://www.inaheart.or.id).

Pada saat ini, pengobatan medis merupakan terapi utama yang digunakan untuk menjaga tekanan darah. Namun, Reed et al (2006) menemukakan bahwa dari 90% pasien hipertensi yang menerima terapi farmako, hanya 45,6% yang berhasil mencapai tekanan darah di bawah 140/90 mm Hg. Sekitar 44% dari mereka mengalami lost therapeutic benefit. Belum diketahui penyebab pasti dari tidak berfungsinya terapi farmako terhadap pasien hipertensi tersebut. Kegagalan ini bisa terjadi karena masalah treatment, seperti dosis yang tidak adekuat dari agen tunggal, atau tidak diberikannya agen kedua atau ketiga yang dapat memberikan efek yang menguntungkan. Kemungkinan lain dari penyebab kegagalan terapi farmako adalah adanya masalah yang berakar pada pasien itu sendiri (patient-centered issue).

Kondisi demikian memperlihatkan bahwa suatu penyakit tidak dapat dilihat dari segi biologisnya saja namun perlu juga dilihat faktor psikologis dan sosial budaya yang mempengaruhinya. Menurut Model Psikobiososial, penyakit kronis merupakan hasil interaksi yang kompleks antara faktor-faktor biologis, psikologis (faktor individual), dan sosial budaya (faktor sosial). Untuk dapat memahami keputusan pasien untuk tidak mematuhi (atau mematuhi) treatment yang telah ditentukan, maka penting dilakukan analisa terhadap faktor individual dan faktor sosial yang mendorong hasrat dan intensi yantuk melakukan perilaku tersebut seperti yang digambarkan oleh Teori Perilaku yang Terencana (Theory of Planned Bahvior/ TpB) seperti yang terlihat pada Gambar 1.

Teori Perilaku yang Terencana (Theory of Planned Behavior/ TpB)

Gambar 1 memperlihatkan bahwa hasrat untuk melakukan tingkah laku yang bertujuan, dalam hal ini melakukan perilaku yang mendukung keberhasilan dalam mengelola tekanan darah, sangat tergantung pada bagaimana individu menilai diri dan lingkungan sosialnya. Dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu aksi, seseorang sangat dipengaruhi oleh keyakinannya akan hasil yang akan diperoleh bila melakukan aksi tersebut (keyakinan perilaku/ behavioral beliefs); keyakinan mengenai ekspektasi normatif orang lain dan motivasi untuk patuh terhadap ekspektasi tersebut (keyakinan normatif/ normative beliefs); dan terakhir adalah keyakinan adanya faktor-faktor yang dapat mendukung atau menghambat performa aksi dan bagaimana individu memandang kekuatan dirinya dalam menghadapi faktor-faktor tersebut (keyakinan kendali/ control beliefs) (Ajzen, 2006).

Secara umum, keyakinan akan hasil yang dapat diperoleh sikap yang positif (favorable) atau sikap negatif (unfavorable) terhadap suatu aksi. Keyakinan normatif menghasilkan pandangan tentang tekanan sosial yang dialaminya atau yang disebut norma subyektif. Sedangkan keyakinan akan kemampuan dan kekuatan dirinya dalam mengendalikan situasi menghasilkan perceived behavioral control, yaitu persepsi mengenai sulit atau mudahnya melakukan tingkah laku tertentu.

Kombinasi sikap terhadap kepatuhan, norma subyektif, dan persepsi akan kontrol perilaku secara bersama-sama membentuk intensi perilaku untuk patuh terhadap pengobatan. Semakin favorable sikap dan norma subyektif, dan semakin tinggi perceived behavioral control yang dimiliki, maka semakin kuat intensi individu untuk menampilkan perilaku patuh. Pada akhirnya, dengan dengan kontrol aktual dari suatu perilaku, individu diharapkan dapat melaksanakan intensi mereka saat ada kesempatan. Karenanya, intensi merupakan anteseden langsung dari suatu perilaku. Namun, karena banyak perilaku mengalami kesulitan eksekusi yang mungkin membatasi kontrol kemauan, maka perceived behavioral control dapat berperan langsung dalam mempengaruhi intensi melakukan suatu aksi dan bahkan dapat langsung mempengaruhi terlaksananya suatu perilaku.

Gambar 1. Representasi skematik dari Theory of Planned Behavior (dikutip dari Ajzen, 2006)

Control Beliefs

Behavioral beliefs

Perceived Behavioral Control

Normative Beliefs

Subjective norm

Attitude toward

the behavior

Actual Behavioral Control

Behavior

Intention

Seperti yang dilihat dari representasi skematik TpB, maka aspek-aspek yang mempengaruhi intensi untuk beraksi, sangat dipengaruhi oleh cara individu menilai diri, termasuk kemampuan dan kekuatan dirinya dan bagaimana ia menilai tekanan orang lain sebagai suatu hal yang mendukung (positif) atau menghambat (negatif) terlaksananya perilaku yang direncanakan, seperti taat minum obat. Di sisi lain, penilaian individu akan dirinya sangat tergantung pada pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan selama ini.

Terdapat perbedaan individual dalam bereaksi dan mengendalikan diri terhadap stimulus lingkungannya. Satu stressor seperti terjebak dalam kemacetan lalu lintas bisa memberikan ketegangan yang berbeda pada setiap orang yang kemudian menampilkan reaksi yang beragam. Ada yang tidak henti-hentinya memaki, terus menerus melihat jam, membunyikan klakson dan semakin merasa marah. Yang lain, tetap bersikap tenang, menyalakan radio dan menikmati lagu-lagu yang diputar di radio. Perbedaan individual dalam bereaksi terhadap lingkungannya sangat dipengaruhi oleh temperamen yang dimilikinya (Rothbart, Ahadi, dan Evans, 2000).

Temperamen sebagai faktor individual

Temperamen berbasis konstitusional, artinya temperamen merupakan suatu mekanisme biologis yang secara alamiah dimiliki oleh manusia sebagai suatu organisma. Menurut basis konstitusional, temperamen merupakan suatu susunan biologis yang terdiri dan tersusun dari jejaring saraf. Unsur reaktivitas pada temperamen merujuk pada kegairahan (excitability), responsivitas, atau keterbangkitan (arousability) sistem fisiologis dan perilaku organisma. Sedangkan istilah pengendalian diri merujuk pada proses yang terjadi pada susunan saraf yang berfungsi mengatur reaktivitas. Rothbart (2004) menjelaskan bahwa sensitivitas dan intensi reaksi yang ditampilkan seseorang sangat terkait dengan sejauh mana ia mampu mengarahkan dan mengendalikan dirinya untuk mencapai tujuan. Karena berbasis biologis dan faali, maka temperamen selain bersifat abadi, juga dipengaruhi oleh hereditas, kematangan dan pengalaman.

David Evans dan Mary Rothbart telah bersama-sama selama dua dasawarsa melakukan rangkaian studi mengenai temperamen pada bayi hingga dewasa. Mereka menemukan bahwa temperamen pada orang dewasa tersusun dari empat faktor: pengendalian diri (effortful control), kegairahan (extraversion/ surgency), afek negatif (negative affect), dan sensitivitas kognitif.

Faktor kegairahan (extraversion/ surgency) yang tinggi pada temperamen ditampilkan oleh seseorang yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi. Ia senang bergerak dan melakukan hal atau kegiatan yang dapat memicu kerja kelenjar adrenalin. Studi yang dilakukan oleh Rhodes dan Courneya (2003) menunjukkan penderita kanker yang memiliki kepribadian ekstraversi cenderung berhasil melakukan kegiatan fisik/ olahraga seperti yang dianjurkan oleh dokter/ tenaga medis. Seseorang dengan kegairahan yang tinggi juga selalu tampak gembira, dan senang bersosialisasi.

Faktor kegairahan berlawanan dengan faktor afek negatif. Individu dengan afek negatif yang tinggi cenderung sulit beradaptasi dengan situasi baru, mudah merasa takut dan frustrasi, tampak murung dan sedih. Faktor temperamen yang terakhir adalah sensitivitas kognitif. Dengan sensitivitas kognitif yang tinggi, seseorang mampu mempersepsikan stimulus dari lingkungan ekstrenal maupun internal meskipun intensitasnya lemah dan rendah. Ketidaknyamanan dan perubahan kecil pada tubuh akan cepat dirasakan individu yang memiliki sensitivitas kognitif yang tinggi.

Terakhir, adalah faktor pengendalian diri. Rothbart dan Jones (199 8)menegaskan bahwa pengendalian diri merupakan hal yang sangat penting dalam memahami pengaruh temperamen terhadap tingkah laku. Tidak semua orang tunduk pada kecenderungan afek negatif dan kegairahan (surgency) untuk menjauhi dan mendekati situasi/ stimulus, hanya karena adanya sanksi (punishment) dan ganjaran (rewards). Individu dengan pengendalian diri yang baik dapat mengalihkan perhatiannya apabila diperlukan dan tidak selalu terdorong untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dirinya. Seseorang dengan pengendalian diri yang baik, akan tetap dapat memusatkan perhatian dan usaha untuk mencapai tujuannya, walaupun ia harus melakukan hal-hal yang tidak memberi kesenangan pada dirinya.

Pengendalian diri yang menggambarkan kemampuan individu dalam mengendalikan emosi banyak dipengaruhi oleh lingkungan sosial (Rothbart, 2004). Pengaturan emosi merupakan suatu proses sosial dan bukan semata-mata proses intraindividual. Di satu sisi, pengungkapan emosi melalui perilaku tertentu dianggap salah atau benar sangat tergantung pada bagaimana lingkungan sosial menilai perilaku tersebut. Di sisi lain, kesesuaian cara seseorang mengekspresikan emosinya dalam suatu perilaku dengan norma lingkungan sosialnya, sangat dipengaruhi oleh paparan yang dilihat, didengar, dan dirasakannya sejak dini (Campos, Campos, & Barrett, 1989). John Locke (dalam Eisenberg, 2004) berpendapat bahwa lingkungan terdekat yang memberikan paparan tersebut dan memberikan model paling bermakna dalam mengekspresikan emosi kepada anak adalah orangtua.

Kemampuan mengendalikan diri, termasuk di antaranya mengendalikan intensitas dan reaktivitas emosi merupakan hal yang penting dalam pencegahan hipertensi dan pengelolaan tekanan darah. Tanpa pengendalian diri yang baik, reaktivitas emosional akan bersinergi dengan reaktivitas fisiologis, mengakibatkan perubahan otoregulasi lokal dari aliran darah. Apabila hal ini terjadi terus menerus (kronis), maka dapat meningkatkan resistensi vaskular dan pada akhirnya menyebabkan respons yang lebih besar terhadap setiap peningkatan tekanan darah. Dengan semakin meningkatknya tekanan dan ketegangan dinding arteri, individu akan semakin rentan terhadap hipertensi dan penyakit-penyakit kardiovaskular lainnya (Lovallo & Gerin, 2003).

Temperamen dan Hipertensi

Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara temperamen tertentu dengan penyakit kardiovaskular (CVD). Denolett (2005) menemukan bahwa prevalensi pasien yang memiliki afek negatif yang tinggi dan emosinya terhambat lebih tinggi pada pasien hipertensi. Mereka yang memiliki afek negatif yang tinggi cenderung merasa tidak bahagia, merasa kawatir, dan mudah tersinggung. Individu dengan inhibisi sosial yang tinggi cenderung menghambat munculnya perasaan/ emosi yang sebenarnya. Inhibisi emosional berkaitan dengan meningkatnya reaktivitas kardiovaskular, menurunnya pemulihan kardiovaskular dan variabilitas detak jantung (Denolett, 2005).

Individu dengan inhibisi sosial yang tinggi juga melihat lingkungan sosialnya sebagai sesuatu yang mengancam dan menakutkan dan menunjukkan hipereaktivitas fisiologis saat berada dalam kondisi dimana ia harus berinteraksi dengan lingkungannya. Kuatnya hubungan inhibisi sosial terhadap penyakit hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya didukung oleh studi yang dilakukan oleh Williams, Nieto, Sanford, & Tyroler (2001). Williams et al (2005) menunjukkan bahwa mereka yang memiliki temperamen marah (angry temperament) lebih rentan terserang hipertensi dan serangan jantung daripada mereka yang pemarah (anger in reaction).

Sebaliknya, Ostir, Berges, et al (2006) menemukan bahwa emosi positif yang ditunjukkan oleh penderita hipertensi berusia lanjut mampu menurunkan tekanan darah diastolik secara signifikan. Demikian pula pasien kanker yang memiliki temperamen extraversion/ surgency yang tinggi memiliki intensi yang kuat untuk melakukan aktivitas fisik yang diharapkan.

Dukungan Sosial

Lingkungan sosial yang mendukung akan mengurangi ketegangan yang dialami oleh individu yang memiliki kecemasan tinggi saat harus berinteraksi dengan lingkungan tersebut. Namun, siapa yang dapat berperan sebagai pendukung/ support berbeda untuk setiap orang yang memiliki temperamen tertentu. Kagee dan van der Merwe (2006) menemukan bahwa layanan hipertensi yang tersedia di komunitas dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah di lima kota di Afrika Selatan tidak berhasil meningkatkan kepatuhan pasien terhadap treatment yang ditentukan. Kagee dan van der Merwe melihat bahwa pasien hipertensi pada daerah-daerah tersebut memiliki tekanan psikologis yang lebih besar dan terdapat prevalensi gejala depresi yang lebih tinggi daripada penduduk di daerah yang lebih sejahtera.

Diperlukan penelaahan yang mendalam tentang orang-orang yang dianggap memiliki signifikansi yang tinggi dalam memberikan dukungan sosial terhadap pasien untuk patuh terhadap treatment yang telah ditentukan. Dukungan yang diberikan oleh orang-orang yang tidak memiliki nilai signifikansi yang tinggi bagi si pasien tidak akan mempengaruhi intensi pasien tersebut untuk patuh, bahkan dapat dianggap sebagai ancaman yang akhirnya membuat pasien menjadi tidak termotivasi untuk mencapai tujuan. Seperti yang dikemukakan Denolett (2005) bahwa individu yang memiliki afek negatif dan inhibisi sosial yang tinggi melihat lingkungan sosialnya sebagai sesuatu yang mengancam dan menakutkan. Dorongan orangtua dan pasangan agar pasien hipertensi rajin minum obat, dapat dipersepsikan sebagai ancaman oleh pasien yang memiliki afek negatif dan inhibisi sosial yang tinggi dan mengalami konflik dengan orangtua dan pasangannya tersebut, namun dianggap sebagai suatu dukungan bagi pasien yang melihat orangtua dan suami/ istrinya sebagai orang-orang yang sangat berarti dan sangat ingin melihat ia sembuh.

Berdamai dengan Stress

Hipertensi merupakan suatu bentuk reaktivitas fisiologis terhadap reaktivitas atau ketegangan emosional (stress) saat menghadapi stimulus yang dianggap mengancam (stressor). Karenanya, diperlukan bimbingan terhadap pasien hipertensi untuk coping atau berdamai dengan stress. Coping merupakan proses dimana seseorang mencoba untuk mengelola diskrepansi persepsi antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki yang mereka nilai pada situasi yang menekan. Tiga metode coping yang perlu diketahui adalah:

- Selalu melihat hikmah di balik suatu peristiwa (positive reappraisal);

- Mempertahankan emosi positif;

- Melakukan pendekatan emosional dengan secara aktif mengolah (”saya harus berhenti dulu. Apa yang membuat saya saat ini merasa marah?”) dan kemudian mengekspresikan perasaan mereka (”saya perlu waktu untuk mengekspresikan emosi saya”).

Stress management therapy perlu dilakukan oleh mereka yang dalam kesehariannya rentan dengan situasi atau kondisi yang menekan. Salah satu terapi yang populer adalah progessive muscle relaxation. Emund Jacobson (dalam Sarafino, 2006) berpendapat bahwa ketegangan otot dapat dikendurkan bila individu belajar memperhatikan sensasi saat menegangkan dan mengendurkan otot-otot. Stress management therapy juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan kognitif, dengan merestrukturisasi pola pemikiran atau keyakinan yang keliru (”can’t-stand-itis”; ”musterbating”) seperti yang dilakukan pada terapi kognitif. Pendekatan kognitif lainnya adalah problem-solving training dan stress-inoculation training. Pada problem-solving training, pasien belajar suatu strategi untuk mengidentifikasi dan menemukan cara-cara yang efektif untuk mengatasi masalah. Sedangkan pada prosedur stress-inoculation training, pasien diajarkan keterampilan untuk mengurangi stress dan untuk mencapai tujuan personal.

Kesimpulan

Model biopsikososial perlu diadopsi oleh tenaga medis dan tenaga paramedis dalam merancang suatu treatment yang tepat bagi pasien hipertensi. Selain mempertimbangkan faktor biologis, treatment harus dirancang dan disusun secara personal dengan mempertimbangkan temperamen pasien (faktor individual) dan dukungan sosial (faktor sosial) yang dimiliki pasien tersebut. Seseorang dengan afek negatif yang tinggi kurang dapat diharapkan memiliki intensi yang kuat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang tinggi. Hasil yang berbeda diperoleh apabila tuntutan yang sama diberikan kepada mereka yang memiliki afek positif dan surgency yang tinggi, yang memiliki dorongan yang kuat untuk bergerak dan beraktivitas.

Perlu dilakukan pula penelaahan terhadap dukungan sosial yang tepat dan tersedia untuk penderita hipertensi, karena ekspektasi atau harapan dari orang-orang dicintai akan mendorong terbentuknya norma subyektif yang positif terhadap keberhasilan pencapaian tujuan, yaitu kepatuhan terhadap treatment yang telah ditetapkan. Wawancara yang bersifat motivasional (motivational interview) perlu dilakukan untuk membantu individu mengeksplorasi kemampuan dan kekuatan dirinya dan mengatasi ambivalensi dalam perubahan perilaku hingga ia tetap bertahan dalam proses hingga mencapai tujuan. Pasien juga perlu menerima pengetahuan seluas-luasnya mengenai apakah hipertensi, penyebabnya, serta cara-cara pencegahan dan pengelolaan hipertensi dengan bahasa yang mudah dipahami. Pengetahuan yang dimiliki akan sangat membantu individu untuk menilai apa yang dapat dan yang masih sulit dilakukan sehingga berpotensi menghambatnya mencapai tujuan yang diinginkan.

Pencegahan jauh lebih efektif dan ekonomis daripada pengobatan. Program preventif perlu dilakukan oleh mereka yang memiliki riwayat anggota keluarga menderita hipertensi. Gaya hidup sehat perlu diamalkan sejak dini. Keterampilan mengelola stress perlu ditingkatkan. Faktor-faktor psikososial, seperti stress kronik, temperamen marah dan kecemasan (afek negatif) perlu dikenali dan diantisipasi sejak dini. Temperamen bersifat predisposisional yang diturunkan secara genetik. Kecenderungan seseorang untuk menampilkan reaktivitas dan intensitas fisiologik dan emosi sebenarnya telah dapat diukur sejak dini bahkan sejak usia 6 bulan. Orangtua perlu memberikan perhatian penuh terutama kepada anak yang sejak dini telah terlihat memiliki kecenderungan untuk menjauh dari suatu situasi, jarang memperlihatkan senyum dan tawa, dan lebih sering menangis dan menolak saat didekati. Tingkah laku tersebut menunjukkan bahwa anak memiliki kecenderungan menampilkan afek negatif, yang rentan mengalami stress kronik saat dewasa nanti. Namun, apabila orangtua dapat memberikan dan menyediakan pola pengasuhan yang mendukung, dimana orangtua menampilkan pengendalian emosi yang baik dan juga memberikan anak pengalaman-pengalaman emosional yang positif saat anak mengekspresikan reaktivitas emosi, maka anak diharapkan dapat belajar dan mampu mengendalikan intensitas dan reaktivitas emosi dengan lebih baik. Dengan kemampuan mengendalikan intensitas dan reaktivitas emosi yang baik, maka hipereaktivitas fisiologik secara kronis – yang merupakan salah satu pemicu hipertensi - dapat dicegah.


Hipertensi dan Faktor Risikonya Dalam Kajian Epidemiologi Armilawaty;Husnul Amalia; Ridwan AmiruddinBagian Epidemiologi FKM UNHAS 2007 ABSTRAKHipertensi adalah tekanaan sistolik > mmHg dan tekanan diastolic > 90 mmHg secara kronik. Hipertensi sering dijumpai pada individu diabetes mellitus (DM) dimana diperkirakan prevalensinya mencapai 50-70%. Modifikasi gaya hidup sangat penting dalam mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam mengobati tekanan darah tinggi. Merokok adalah faktor risiko utama untuk mobilitas dan mortalitas Kardiovaskuler. Di Indonesia banyaknya penderita Hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui factor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial.Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1972, 1986, dan 1992 menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskuler yang menyolok sebagai penyebab kematian dan sejak tahun 1993 diduga sebagai penyebab kematian nomor satu. Penyakit tersebut timbul karena berbagai factor risiko seperti kebiasaan merokok, hipertensi, disiplidemia, diabetes melitus, obesitas, usia lanjut dan riwayat keluarga. Dari factor risiko diatas yang sangat erat kaitannya dengan gizi adalah hipertensi, obesitas, displidemia, dan diabetes mellitus. PENDAHULUANA. Latar belakang

Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti strok untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan mesyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.

Angka-angka prevalensi hipertensi di Indonesia telah banyak dikumpulkan dan menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Baik dari segi case-finding maupun penatalaksanaan pengobatannya jangkauan masih sangat terbatas dan sebagian besar penderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Prevalensi terbanyak berkisar antara 6 sampai dengan 15% tetapi angka-angka ekstrim rendah seperti di Ungaran, Jawa Tengah 1,8%; Lembah Balim Pegunungan Jaya Wijaya, Irian Jaya 0,6%; dan Talang Sumatera Barat 17,8%. Nyata di sini, dua angka yang dilaporkan oleh kelompok yang sama pada 2 daerah pedesaan di Sumatera Barat menunjukkan angka yang tinggi. Oleh sebab itu perlu diteliti lebih lanjut, demikian juga angka yang relatif sangat rendah.Survai penyakit jantung pada usia lanjut yang dilaksanakan Boedhi Darmojo, menemukan prevalensi hipertensi’ tanpa atau dengan tanda penyakit jantung hipertensi sebesar 33,3% (81 orang dari 243 orang tua 50 tahun ke atas).Wanita mempunyai prevalensi lebih tinggi dari pada pria (p­0,05). Dari kasus-kasus tadi, ternyata 68,4% termasuk hipertensi ringan (diastolik 95­104 mmHg), 28,1% hipertensi sedang (diastolik 105­129 mmHG) dan hanya 3,5% dengan hipertensi berat (diastolik sama atau lebih besar dengan 130 mmHg). Hipertensi pada penderita penyakit jantung iskemik ialah 16,1%, suatu persentase yang rendah bila dibandingkan dengan prevalensi seluruh populasi (33,3%), jadi merupakan faktor risiko yang kurang penting. Juga kenaikan prevalensi dengan naiknya umur tidak dijumpai.Oleh karena itu, negara Indonesia yang sedang membangun di segala bidang perlu memperhatikan tindakan mendidik untuk mencegah timbulnya penyakit seperti hipertensi, kardiovaskuler, penyakit degeneratif dan lain-lain, sehingga potensi bangsa dapat lebih dimanfaatkan untuk proses pembangunan. Golongan umur 45 tahun ke atas memerlukan tindakan atau program pencegahan yang terarah. Tujuan program penanggulangan penyakit kardiovaskuler adalah mencegah peningkatan jumlah penderita risiko penyakit kardiovaskuler dalam masyarakat dengan menghindari faktor penyebab seperti hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, merokok, stres dan lain-lain B. Rumusan masalahSehubungan dengan adanya latar belakang tersebut di atas maka rumusan masalah yang akan di bahas sebagai berikut :1. Bagaimana perjalanan alamiah penyakit Hipertensi ?.

2. Bagaimana distribusi epidemiologi penyakit Hipertensi berdasarkan waktu, tempat dan orang?.

3. Bagaimana program Departemen Kesehatan dalam penanggulangan penyakit Hipertensi

4. Bagaimana issue mutakhir mengenai penyakit Hipertensi?

C. Tujuan pengamatanUntuk menjawab rumusan masalah diatas, maka tujuan dari pengamatan ini adalah :1. Tujuan umum Untuk memperoleh informasi mengenai penyakit Hipertensi 2. Tujuan khusus a.Untuk mengetahui perjalanan alamiah penyakit Hipertensi b.Untuk mengetahui distibusi epidemilologi penyakit Hipertensi berdasarkan waktu, tempat dan orangc.Untuk mengetahui Program dari Departemen Kesehatan dalam penaggulangan dan pemberantasan penyakit Hipertensid.Untuk mengetahui issue mutakhir mengenai penyakit Hipertensi
Pengertian HipertensiHipertensi, biasanya merujuk kepada “tekanan darah tinggi“, merupakan keadaan perubahan di mana
tekanan darah meningkat secara kronik. Sungguhpun ia biasanya dikenali sebagai arterial hipertensi, perkataan “hipertensi” tanpa (qualifier) biasanya merujuk kepada hipertensi arteri. Hipertensi telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami serangan sakit jantung atau angin ahmar. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh. Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.B. Proses terjadinya penyakit hipertensi Hipertensi terbukti sering muncul tanpa gejala. Berarti gejala bukan merupakan tanda untuk diagnostik dini. Dokter harus aktif menemukan tanda awal hipertensi, sebelum timbul gejala dan hipertensi muncul tidak dapat dirasakan atau tanpa gejala dan terjadi kelainan pada jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah tubuh berupa arteriosklerosis kapiler. Hal ini, karena ada hubungan antara hipertensi, penyakit jantung koroner, dengan gagal ginjal khususnya gagal ginjal kronik.Munculnya hipertensi, tidak hanya disebabkan oleh tingginya tekanan darah. Akan tetapi, ternyata juga karena adanya faktor risiko lain seperti komplikasi penyakit dan kelainan pada organ target, yaitu jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Dan Justru lebih sering muncul dengan faktor risiko lain yang mana sedikitnya timbul sebagai sindrom X atau Reavan, yaitu hipertensi plus gangguan toleransi glukosa atau diabetes mellitus DM), dislipidemia, dan obesitas. Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

A. Klasifikasi Penyakit Hipertensi

Klasifikasi penyakit hipertensi terdiri dari : 1. Tekanan sistolika. <> 160 mmHg : Hipertensi derajat 22. Tekanan diastolik :a. <> > 100 mmHg : Hipertensi derajat 2
Stadium 1
(Hipertensi ringan) 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Stadium 2
(Hipertensi sedang) 160-179 mmHg 100-109 mmHg
Stadium 3
(Hipertensi berat) 180-209 mmHg 110-119 mmHg
Stadium 4
(Hipertensi maligna) 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih.Anda harus mulai berhati-hati apabila tekanan darah sudah mulai melebihi angka-angka dalam batasan-batasan tersebut diatas. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk menurunkannya
. C. Gejala Penyakit Hipertensi Gejala-gejala penyakit hipertensi yaitu sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala sebagai berikut:

1. Sakit kepala

2. Kelelahan

3. Mual

4. Muntah

5. Sesak nafas

6. Gelisah

1. Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal

Sedangkan Pada anak, gejalanya anak mudah gelisah, cepat lelah, sesak napas, susah minum dan biru di tangan dan bibir. D. Faktor Penyebab Penyakit Hipertensi

Peyebab hipertensi yang sering kali menjadi penyebab di antaranya aterosklerosis (penebalan dinding arteri yang menyebabkan hilangnya elastisitas pembuluh darah), keturunan, bertambahnya jumlah darah yang dipompa ke jantung, penyakit ginjal, kelenjar adrenal, dan sistem saraf simpatis. Pada ibu hamil kelebihan berat badan, tekanan psikologis, stres, dan ketegangan bisa menyebabkan juga hipertensi. Penyakit Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain. Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB). E. Status Gizi Penyakit HipertensiFaktor gizi yang sangat berhubungan dengan terjadinya hipertensi melalui beberapa mekanisme. Aterosklerosis merupakan penyebab utama terjadinya hipertensi yang berhubungan dengan diet seseorang, walaupun faktor usia juga berperan, karena pada usia lanjut (usila) pembuluh darah cenderung menjadi kaku dan elastisitasnya berkurang. Dalam mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi untuk menghindari dan membatasi makanan yang dpat meningkatkan kadar kolesterol darah serta meningkatkan tekanan darah, sehingga penderita tidak mengalami stroke atau infark jantung.Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah:

1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih).

2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik dan makanan kering yang asin).

3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buahbuahan dalam kaleng, soft drink).

4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).

5. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).

6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.

7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape. Zat gizi yang diperlukan pada penderita hipertensi adalah karbohidrat, protein dan lemak yang disebut sebagai zat gizi makro serta vitamin dan mineral yang disebut dengan zat gizi mikro. Selain itu, untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh diperlukan air dan serat. Tubuh manusia membutuhkan aneka ragam makanan untuk memenuhi semua zat gizi tersebut. Kekurangan atau kelebihan salah satu unsur zat gizi akan menyebabkan kelainan atau penyakit. Oleh karena itu, perlu diterapkan kebiasaan makanan yang seimbang sejak usia dini dengan jumlah yang sesuai kebutuhan masing-masing individu agar tercapai kondisi kesehatan yang prima.

F. Faktor Risiko Penyakit HipertensiFaktor risiko hipertensi, beberapa di antaranya dapat dikendalikan atau dikontrol dan tidak dapat dikontrol diantaranya :1. Faktor risiko yang dapat dikendalikan atau dikontrol yaitu obesitas, kurang olahraga, merokok, menderita diabetes mellitus, menkonsumsi garam berlebih, minum alKohol, diet, minum kopi, pil KB , stress emosional dan sebagainya. 2. Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan atau tidak dapat dikontrol yaitu Umur, jenis kelamin, dan genetic. PEMBAHASAN A. Distribusi Epidemiologi Penyakit HipertensiDistribusi epidemiologi penyakit hipertensi terdiri dari :

1. Person (orang)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi dilihat dari segi orang :a. Umur Penyakit hipertensi pada kelompok umur paling dominant berumur (31-55tahun). Hal ini dikarenakan seiring bertambahnya usia, tekanan darah cenderung meningkat. Yang man penyakit hipertensi umumnya berkembang pada saat umur seseorang mencapau paruh baya yakni cenderung meningkat khususnya yang berusia lebih dari 40 tahun bahkan pada usia lebih dari 60 tahun keatas.b. Jenis kelamin Penyakit hipertensi cenderung lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini dikarenakan pada perempuan meningkat seiring dengan bertambahnya usia yang mana pada perempuan masa premenopause cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada laki-laki penyebabnya sebelum menopause, wanita relatife terlindungi dari penyakit kardiovaskuler oleh hormone estrogen yang dimana kadar estrogen menurun setelah menopause.c. Status gizi Keadaan Zat gizi seperti karbohidrat, protein dan lemak Kekurangan atau kelebihan salah satu unsur zat gizi akan menyebabkan kelainan atau penyakit. Oleh karena itu, perlu diterapkan kebiasaan makanan yang seimbang sejak usia dini dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu agar tercapai kondisi kesehatan yang prima.Dimana ini merupakan faktor penting sebagai zat pembangun atau protein ini penting untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel rusak yang didapatkan dari bahan makanan hewani atau tumbuh-tumbuhan (nabati).Sehingga ini sebagai penunjang untuk membantu menyiapkan makanan khusus serta mengingatkan kepada penderita, makanan yang harus dihindari/dibatasi.d. Faktor psikokultural Penyakit Hipertensi ada banyak hubungan antara psiko-kultural, tetapi belum dapat diambil kesimpulan.Namun pada dasarnya dapat berpengaruh apabaila terjadi stres, psikososial akut menaikkan tekanan darah secara tiba-tiba yang mana ini merupakan penyebab utama terjadinya penyakit hipertensi dan merupakan masalah kesehatan yang layak untuk perlu diperhatikan . B. Place (tempat)Tempat yang dapat mempengaruhi terjadinya peningkatan kasus hipertensi adalah merupakan wilayah yang berdominan dipesisir dari pada dipegunungan. Yang dimana penduduk yang berdomisil didaerah pesisir lebih rentan terhadap penyakit hipertensi karena tingkat mengkonsumsi garam lebih tinggi atau berlebihan dibanding daerah pegunungan yang kemungkinan lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. 3. DeterminanDeterminan atau faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit Hipertensi adalah :a). Faktor herediter didapat pada keluarga yang umumnya hidup dalam lingkungan dan kebiasaan makan yang sama.b) Konsumsi garam : telah jelas ada hubungan, tetapi data pe-nelitian pada daerah-daerah dimana konsumsi garam tinggi tidak selalu mempunyai prevalensi tinggic) Obesitas : telah diketahui adanya korelasi timbal balik antara obesitas dan hipertensi . B. Program Departemen Kesehatan Dalam Penanggulangn Hipertensi. Program yang dilakukan oleh departeman kesehatan dalam pengendalian penyakit hipertensi yang dikemukan oleh Dr. Siti Fadilah, pengendalian hipertensi juga belum memuaskan, bahkan di banyak negara pengendalian tekanan darah hanya 8% karena menyangkut banyak faktor baik dari penderita, tenaga kesehatan, obat-obatan maupun pelayanan kesehatan. Dr. Siti Fadilah Supari yang juga ahli jantung menyatakan, hipertensi sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risiko dapat dikendalikan. Upaya tersebut meliputi monitoring tekanan darah secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, Untuk peningkatan aktivitas fisik/gerak badan, diet yang sehat dengan kalori seimbang melalui konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Sedangkan Dr. Budi Setianto menganjurkan kontrol ke dokter, minum obat teratur, olah raga terukur dan teratur, timbang berat badan dan ukur lingkar perut, hati-hati makan dan minum, berhenti merokok dan menjaga kesehatan mental. Hal ini merupakan kombinasi upaya mandiri oleh individu/masyarakat dan didukung oleh program pelayanan kesehatan yang ada dan harus dilakukan sedini mungkin. Menkes Dr. Siti Fadilah mendukung kampanye ”120/180” yang dilakukan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Yayasan Jantung Indonesia, Indonesia Society of Hypertension (INA-SH) dan Novartis Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit hipertensi sekaligus memperingati Hari Hipertensi Sedunia (World Hypertension Day) ke-3 yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2007 dengan tema ” Better Diet for Better Blood Pressure ”. Di Indonesia, peringatan Hari Hipertensi merupakan yang pertama dilakukan dengan tema Jagalah Tekanan Darah Anda pada Batas yang Aman merupakan kerja sama Depkes, Dinas Kesehatan di 8 propinsi, Yayasan Jantung Indonesia, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita serta INA-SH ditandai dengan serangkaian kegiatan talkshow, pameran, pemeriksaan tekanan darah di 8 propinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur serta seminar Talkshow dan pemeriksaan tekanan darah yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik Depkes tanggal 28 Mei 2007 mendapat sambutan yang antusias dari para karyawan Depkes. C. Issue Mutakhir

Issue mutakhir tentang penyakit hipertensi

1. Departemen kesehatan bekerja sama dengan Indonesia Society of Hypertension (INA-SH) dan Novartis Indonesia bersosialisasi mendukung kampanye ”120/80” yang dilakukan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Yayasan Jantung Indonesia, Indonesia Society of Hypertension (INA-SH) dan Novartis Indonesia yang mana 1 dari setiap 7 kematian (7 juta pertahun) untuk itu diperlukan kesadaran masyarakat dengan tema Jagalah Tekanan Darah Anda pada Batas yang Aman .(Irfan arief,2007)

2. Dalam upaya mengatasi hipertensi WHO telah membuat pedoman (197 8)yang kemudian direvisi pleb US Joint National Commitee (1984) . Dalam pedoman tersebut disebutkan bahwa HCT atau beta-blocker merupakan upaya tahap awal (tahap 1) mengatasi hipertensi.(Umi kadarwati,et al,2000)

3. Untuk mencegah penderita datang berobat untuk pertama kalinya datang terlambat maka perlu ditingkatkan upaya penyuluhan agar dari case-finding maupun pendidikan kesehatan dan penatalaksanaan pengobatannya yang belum terjangkau masih sangat terbatas dimana sebagian besar penderita hipertensi tidak mempunyai keluhan agar sedini mungkin diberi pengobatan. (Kartari, 2000)4. The National Heart, Lung, and Blood Institute”, Program Deteksi dan Follow-up Hipertensi (HDFP) yang mana dengan menggunakan obat antihipertensi dilakukan survey secara acak obat anti hipertensi yang diberikan terapi secara intensif dan cermat pada tekanan darah dengan tingkat yang lebih rendah dapat mengurangi mortalitas secara statistic pada penderita hipertensi ringan (E.Nugroho,et al 1999)

5. Perlunya dilakukan pemberian informasi yang lebih intensif kepada penderita dimana menurut RS jantung Pembuluh Darah Harapan Kita, Yayasan Jantung Indonesia, Novartis – Hari Hipertensi Sedunia, 2007 National Cardiovascular Center Harapan Kita yaitu menggunakan obat sesuai dengan anjuran, Obat mempunyai efek samping dan apabila anda mengalami harap berkonsultasi dengan dokter, selalu memonitor tekanan darah secara rutin (Irfan Arief,2007)


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

PAKET OBAT KANKER PAYUDARA

Paket Obat Kanker Payudara Cuma Rp.350.000,- (Habbatussauda Plus 2 + Nigellive 3+ Habbat`s Kapsul 2 + Honeylive )

TERAPI DAN OBAT KANKER PAYUDARA