Selasa, 15 April 2008

Sehat dengan Habbatussauda

Oleh : Ahmad Syauqi

Ilmu pengobatan dari Timur Tengah memang tidak sepopuler Cina. Namun, negara-negara Arab juga menyimpan potensi obat tradisional yang tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan ilmu pengobatan Cina, di antaranya adalah Habatussauda. Bagi masyarakat Indonesia, nama habbatussauda masih terdengar asing. Saat ini, hanya kalangan terbatas yang familiar dengan habbatussauda, misalnya kalangan pesantren, kyai, atau kelompok pengajian.

Berbeda dengan di Indonesia, di kawasan Timur Tengah habbatussauda sudah sangat populer sebagai salah satu obat tradisional. Maklum saja, tanaman sejenis rumput ini banyak tubuh subur di sana. Ditambah lagi, habbatussauda termasuk salah satu obat yang dianjurkan Rasul SAW untuk digunakan, selain madu dan pengobatan dengan bekam (kop). Bahkan, menurut ustadz Ridwan-salah satu nara sumber pada bedah buku “Sembuhkan Penyakit dengan Habbatussauda” di Islamic Book Fair 9 Maret 2006 lalu, Nabi Musa AS juga telah menggunakan habbastussauda sebagai sarana untuk menyembuhkan sakit gigi beliau.

Di Indonesia, habbatussauda populer dengan nama jinten hitam atau biji hitam (Nigella sativa L). Biji habbatussauda mengandung crystalline nigellon dan arganine, sebagai stabilisator sistem imunitas tubuh. Selain itu kandungan karotennya mampu melumpuhkan radikal bebas penyebab kanker. Kandungan senyawa-senyawa lain yang tepenting bagi kesehatan tubuh sangat komplet, antara lain 15 macam asam amino, protein, kalsium, sodium, potassium, magnesium, zat besi, omega 3 dan 6, vitamin A, B1, B2, C, E, dan niacin.

Dokter Rini Damayanti, nara sumber lain dalam bedah buku tersebut membenarkan bahwa habbatussauda memang memiliki khasiat secara medis. Menurut dokter yang sangat peduli pada dunia organik dan herbal ini, khasiat yang ada dalam habbatussauda bisa dijelaskan secara ilmiah menurut ilmu kedokeran modern.

Menurut Sufrida Yulianti, penulis buku Sembuhkan Penyakit dengan Habbatussauda, jenis tanaman jinten hitam yang ada di Timur Tengah dengan yang ada di Indonesia berbeda. Warna hitam pada biji jinten dari Indonesia tidak terlalu pekat, sedangkan yang dari Arab warna hitamnya sangat pekat. Ternyata tidak hanya sosoknya, khasiatnya pun berbeda. Jinten hitam asli Timur Tengah ternyata memiliki khasiat lebih baik daripada yang tumbuh di Indonesia sehingga untuk mengobati pasiennya, Sufrida lebih memilih menggunakan biji impor. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi agroklimat Indonesia dan kawasan Timur Tengah yang berbeda.

Hj. Neno Warisman sebagai bintang tamu pada acara bedah buku tersebut menceritakan pengalamannya menggunakan habbatussauda sejak ia berusia 18 tahun. Salah satu manfaat yang dirasakannya adalah daya tahan dan stamina tubuhnya menjadi luar biasa kuat, terutama dalam menghadapi jadwal kegiatannya yang sangat padat. Tidak seperti saat ini, ketika kita dapat dengan mudah menjumpai aneka produk habbtaussauda. Dulu, menurut Neno, saya harus mendatangkan sendiri biji habbatussauda dan meramunya sendiri, sangat repot dan menyita waktu. Namun kini, produk habbatussauda sudah bisa diperoleh dalam bentuk kapsul, bahkan juga tersedia produk habbatussasuda untuk anak yang dicampur dengan madu. Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir beberapa orang yang memberikan kesaksian setelah terbebas dari penyakitnya setelah mengonsumsi habbastussauda.





KANDUNGAN NUTRISI HABBATUSSAUDA





Black Seed dalam bentuk olahan dan murni, secara prinsipil membantu proses penyembuhan alamiah atau dalam menjaga kesehatan. Bekerja pada bagian atau sistim dalam tubuh tanpa mengganggu keseimbangan alami dalam tubuh.



Efek Black Seed yang dikombinasikan dengan kandungan nutrisi dan medis tidak hanya membantu menyembuhkan penyakit yang ada pada saat itu, namun juga membantu tubuh untuk membentuk daya tahan terhadap penyakit atau gangguan lainnya dimasa akan datang.



Sementara bukti historis menunjukkan potensi black seed dalam menyembuhkan berbagai penyakit ringan, berikut kami informasikan sebagai fungsi penyembuh utama black seed yang ditemukan dari penelitian terakhir:



1. Kandungan nutrisi

2. Penguat system kekebalan tubuh

3. Aktifitas anti-histamin

4. Mengobati Tumor

5. Anti Bakteri

6. Menyembuhkan luka radang

7. Meningkatkan produksi susu pada ibu menyusui





***



1. Kandungan Nutrisi



Komposisi Nutrisi Black Seed (Habbatussauda):

Protein 21%

Carbohydrates 35%

Fats 35-38%



Black seed mengandung Monosaccharides (molekul gula tunggal) dalam bentuk glucose, rhamnose, xylose, dan arabinose.



Black seed mengandung komponen non-starch polysaccharide yang merupakan sumber yang berguna untuk serat diet.



Kaya akan kandungan asam lemak, terutama asam lemak jenuh dan tak jenuh (Asam Linoleic dan Linolenic). Asam lemak esensial tidak dapat dibuat oleh tubuh, oleh karena itu harus didapatkan dari suplemen makanan.



Lima belas asam amino membentuk protein yang mengandung Black Cumin (Nigella sativa) Seed, termasuk didalamnya delapan dari sembilan asam amino penting. Asam amino penting tidak dapat disintesis didalam tubuh kita dalam jumlah yang cukup dan karena itu perlu tambahan dari luar yang berfungsi menjaga berat badan (diet)



Black seed mengandung Arginine yang penting pada masa pertumbuhan balita.



Analisis kimia lanjutan menemukan bahwa Black cumin (Nigella sativa) Seed mengandung karotin, yang diubah oleh liver menjadi vitamin A.



Black Cumin (Nigella sativa) Seed juga memiliki kandungan kalsium, Zat besi, sodium dan potassium. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit oleh tubuh, elemen-elemen ini berfungsi sebagai cofactor untuk fungsi bermacam enzim.





2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh



Penelitian yang lebih dari satu dekade lalu menyimpulkan bahwa jika black seed digunakan sebagai bahan dasar, maka dapat memberikan pengaruh penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya.



Pada tahun 1986, Drs. El-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi dengan beberapa relawan untuk menguji efektifitas black seed sebagai peningkat system kekebalan tubuh alamiah. Kelompok relawan pertama mengonsumsi kapsul black seed (2X sehari 1 gram) selama empat pekan dan kelompok kedua diberikan placebo. Sebelum dan sesudah pemakaian selama empat pekan, para relawan itu dihitung jumlah limpositnya. Setelah empat pekan , relawan yang mengonsumsi black seed mengalami peningkatan 72% dalam menekan rasio T-cell, yang berfungsi sebagai pembunuh sel secara alamiah. Kelompok yang mengonsumsi placebo hanya meningkat 7%. Mereka melaporkan “Mungkin penemuan ini termasuk salah satu penemuan besar karena black seed ternyata mempunyai peranan penting dalam penyembuhan kanker, AIDS, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.”



Hasil ini diperkuat dengan studi yang dipubliksikan dalam Saudi Pharmaceutical Journal tahun 1993 oleh Dr. Basil ali dan rekan-rekannya dari College of Medicine, Kin Faisal University.



Pada bidang penelitian AIDS, test dilakukan oleh Dr. Haq pada para relawan di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medis di Riyadh, Saudi Arabia (1997) menunjukkan bahwa black seed meningkatkan rasio antara T-cell positif dan negatif menjadi 55% dengan 30% aktivitas pembunuh sel alamiah.





3. Aktifitas Anti-histamin



Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis.



Pada tahun 1960, ilmuwan Badr-El-Din dan Mahfouz menemukan bahwa dimmer dithymoquinone diisolasi dari minyak volatile black seed, dengan nama “Nigellone” dan dipakai melalui mulut untuk beberapa pasien yang menderita asma bronchitis, yang ternyata mengurangi gejala pada sebagian besar pasien.



Hasil penelitian selanjutnya, crystalline nigellone diberikan pada anak-anak dan orang dewasa dalam penyembuhan asma bronchitis dengan hasil yang efektif dan tanpa efek samping, seperti keracunan. Setelah diteliti, bagaimanapun juga, meskipun efektif, crystalline nigellone menunjukkan reaksi penghambatan.



Pada tahun 1993, Nirmal Chakravarty,M.D, memimpin sebuah studi untuk mengetahui apakah penghambatan ini merupakan pengaruh dari penemuan bahwa mekanisme actual dibalik efek supresi dari crystalline nigellone pada histamine adalah bahwa crystalline nigellone memiliki protein kinase C, substansi yang dikenal dengan pemicu untuk melepaskan histamin.



Sebagai tambahan, studinya menunjukkan crystalline nigellone sebagai penghambat pada histamin. Hipotesanya ternya benar. Studi Dr Chakravarty’s bahwa crystalline nigellone menurunkan pelepasan kalsium pada sel-sel penyanggah, yang juga melepas histamin.



Manfaat hasil tersebut adalah bagi mereka yang menderita asma bronchitis dan penyakit alergi lainnya dapat memanfaatkan crystalline nigellone.





4. Anti-tumor



Studi tentang potensi black seed terhadp anti tumor dilakukan oleh pusat penelitian Amala Research Center di Amala Nagar, Kerala (India) pada tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan black seed dalam pengobatan kanker.



Menggunakan asam lemak derivan black seed, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menujukkan bahwa unsure aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ehrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton’s lymphoma ascites (DLA).



Tikus yang mendapatkan sel EAC dan black seed menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.



Hasil di tikus yang menerima sel DLA dan black seed menunjukkan bahwa unsure aktifnya telah menghambat perkembangan tumor hingga 50% lebih baik daripada tikus yang tidak mendapatkan unsure aktif tersebut.



Studi tersebut menyimpulkan, “Itu adalah bukti usur aktif tersebut mengisolasi dari nigella sativa seeds sebagai penghambat anti-tumor, dan rantai panjang konstituen asam lemak mungkin sebagai komponen aktifnya.”





5. Anti-bakteri



Pada tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari black seed. Pada tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktifitas anti bakteri minyak volatile black seed dengan lima macam antibiotik: ampiciliin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, and Asam Nalidixic.



Minyak black seed terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V. cholera, E. coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp, kecuali Shigella dysentriae. Kebanyakan keluarga Shigella menunjukkan pertumbuhan daya tahan yang cepat terhadap antibiotika yang biasa dipakai bahkan dengan menggunakan kemoterapi.



Secara singkat hasil penelitian-penelitian tersebut menyatakan , ada hal yang menarik bahwa black seed juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, black seed masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti: beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot jika terlalu banyak).





6. Obat Luka radang



Diawal tahun 1960, Professor EL-Dakhakny melaporkan bahwa minyak black seed memiliki kemampuan meredakan radang dan sangat berguna untuk mengobati radang sendi.



Pada tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Pharmacology Research laboratories, Departement of Pharmacy, Kings College, lond, memutuskan untuk melakukan sebuah tes efektifitas minyak Nigellan sativa dan derivannya thymoquinine, sebagai obat radang. Hasil studi mereka menemukan bahwa minyak menghambat pertumbuhan eicosanoid dan menunjukkan aktifitas sel anti-oksidan.



Penghambatan pertumbuhan eicasanoid, bagaimanapun juga lebih tinggi dibandingkan daripada yang diharapkan jika hanya menggunakan thymoquinone. Studi mereka menyarankan bahwa unsure dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel.



Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh C20:2 yang terkandung dalam black seedlah yang mungkin meningkatkan efektifitas minyak tersebut.



Pada tahun 1997, banyak studi dilakukan di Microbiological unit of the Research Center, College of Pharmacy, King saud University, Riyadh, Saudi Arabia, dan menemukan bahwa dalam bentuk salep, efektifitas black seed tidak menimbulkan alergi.





7. Meningkatkan jumlah susu pada ibu menyusui



Sebuah studi yang dilakukan oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa Minyak Black Seed meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui.



Sumber literature dari University of Potchefstroom (1989), termasuk abstraksi biologi, yang berhubungan dengan kemampuan black seed dalam meningkatkan air susu bagi ibu yang menyusui dapat ditunjukkan dengan kombinasi lipid portion dan structur hormon dalam black seed.



Sumber : AgroMedia



sumber:http://serrum.org/buntetpesantren/2007/10/25/sehat-dengan-habbatussauda/

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

PAKET OBAT KANKER PAYUDARA

Paket Obat Kanker Payudara Cuma Rp.350.000,- (Habbatussauda Plus 2 + Nigellive 3+ Habbat`s Kapsul 2 + Honeylive )

TERAPI DAN OBAT KANKER PAYUDARA